Komitmen Nyata PTPN IV Regional VI, Intervensi Stunting Tahap III Sentuh 74 Keluarga di Langsa Baro

Kota Langsa – Komitmen mendukung percepatan penurunan angka stunting terus diwujudkan PTPN IV Regional VI melalui Program Intervensi Stunting PTPN IV PalmCo Tahap III bertajuk “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”.

Program yang berlangsung di UPTD Puskesmas Langsa Baro pada Rabu (17/6/2026) ini tidak hanya menyalurkan bantuan pangan bergizi, tetapi juga memantau kondisi tumbuh kembang anak sebagai langkah nyata mencegah stunting sejak dini.

Pada kegiatan tersebut, perwakilan manajemen PTPN IV Regional VI, Abdul Khalid, selaku Kepala Subbagian Humas, didampingi Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Nurzaitun, menyerahkan 74 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada keluarga sasaran.

Setiap paket PMT berisi kebutuhan pangan bergizi yang terdiri dari beras 5 kilogram, susu bubuk, kacang hijau, dan telur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi balita dan ibu hamil sehingga mendukung pertumbuhan anak yang sehat dan optimal.

Selain penyaluran bantuan, petugas kesehatan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi tumbuh kembang anak melalui pengukuran dan pemeriksaan berkala. Langkah ini bertujuan memastikan intervensi gizi yang diberikan tepat sasaran sekaligus mendeteksi secara dini potensi stunting agar dapat segera ditangani.

Kasubbag Humas PTPN IV Regional VI, Abdul Khalid, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari kepedulian perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.

“Intervensi stunting tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan makanan bergizi, tetapi juga harus disertai pemantauan pertumbuhan anak secara berkelanjutan. Kami berharap program ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Langsa Baro, Zuliani, SKM., M.Kes., mengapresiasi konsistensi PTPN IV Regional VI dalam mendukung program pencegahan stunting di wilayah kerjanya.

Menurutnya, sinergi antara sektor kesehatan dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan angka stunting.

“Bantuan Pemberian Makanan Tambahan yang disertai pemantauan tumbuh kembang anak dinilai menjadi bentuk intervensi yang komprehensif untuk memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang cukup sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Melalui Program Intervensi Stunting PalmCo Tahap III ini, PTPN IV Regional VI kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan, sejalan dengan semangat “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”, demi mencetak generasi Indonesia yang unggul, sehat, dan bebas stunting.

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur melalui Fasilitas Pengemasan Baru di Surabaya

SURABAYA – Pasokan minyak goreng ke kawasan Indonesia Timur diproyeksikan menjadi lebih cepat dan efisien setelah PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PTPN IV PalmCo yang merupakan Subholding Perkebunan Nusantara, mengoperasikan fasilitas pengemasan minyak goreng di kawasan Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/6/2026).

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan rantai pasok dan hilirisasi industri sawit nasional yang dijalankan PalmCo bersama Holding Perkebunan Nusantara. Fasilitas ini memperpendek rantai distribusi minyak goreng menuju Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang selama ini dilayani dari pabrik pengolahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Melalui skema baru tersebut, minyak goreng dikirim dalam bentuk curah ke Surabaya untuk kemudian dikemas dan didistribusikan ke berbagai wilayah tujuan di Indonesia bagian tengah dan timur.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendekatkan titik distribusi ke pasar utama di Indonesia bagian tengah dan timur.

Menurutnya, Surabaya dipilih karena memiliki konektivitas pelabuhan yang kuat dengan berbagai wilayah di Indonesia Timur, sehingga mampu mempercepat arus barang sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.

“Selama ini produk dikirim dalam bentuk kemasan dari Sumatera Utara. Dengan pengemasan dilakukan di Surabaya, distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan hingga 40 persen,” ujar Jatmiko saat peresmian fasilitas tersebut.

Efisiensi tersebut dinilai penting mengingat biaya logistik masih menjadi salah satu tantangan utama dalam distribusi pangan nasional. Untuk komoditas kebutuhan pokok seperti minyak goreng, tingginya biaya pengiriman kerap berdampak pada harga jual di tingkat konsumen, terutama di wilayah kepulauan yang berjarak jauh dari pusat produksi.

Sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Perak selama ini menjadi simpul distribusi barang ke kawasan timur Indonesia. Posisi geografis Surabaya yang lebih dekat dengan pasar tujuan dibandingkan Sumatera Utara memungkinkan waktu pengiriman menjadi lebih singkat dan pasokan lebih terjaga.

Bagi INL, fasilitas baru ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat penetrasi pasar minyak goreng di luar Pulau Jawa. Seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga dan industri makanan di Indonesia Timur, perusahaan melihat potensi pertumbuhan permintaan yang terus berkembang.

Jatmiko menambahkan, penguatan jaringan distribusi merupakan bagian dari transformasi PalmCo yang tidak lagi hanya berfokus pada produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), tetapi juga memperbesar porsi bisnis hilir yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.

“PTPN mendapat tugas untuk menjadi instrumen negara yang dapat diandalkan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas industri sawit nasional. Karena itu, kami terus memperkuat hilirisasi dan distribusi agar produk bisa menjangkau masyarakat secara lebih efektif,” kata dia.

Operasional fasilitas pengemasan di Surabaya dilakukan melalui kerja sama dengan PT Lestari Jaya Indonesia Maju (LJIM). Komisaris PT LJIM, Mayjen TNI (Purn) Gamal Haryo Putro, mengatakan bahwa distribusi awal dari fasilitas tersebut telah berjalan dan mendapat respons positif dari pasar.

Menurutnya, kapasitas distribusi akan ditingkatkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan di wilayah sasaran. Fokus utama pada tahap awal adalah memastikan kelancaran pasokan ke berbagai daerah di Indonesia bagian tengah dan timur.

“Kami melihat kebutuhan pasar yang cukup besar. Karena itu, distribusi akan terus diperkuat seiring meningkatnya kapasitas operasional dan daya serap pasar,” ujar Gamal.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan logistik nasional, kehadiran fasilitas pengemasan di Surabaya diharapkan tidak hanya mempercepat distribusi minyak goreng ke Indonesia Timur, tetapi juga memperkuat ketahanan rantai pasok nasional melalui sistem distribusi yang lebih dekat dengan pasar tujuan.

Bagi PalmCo, skema pengiriman minyak goreng dalam bentuk curah dari Sumatera Utara untuk kemudian dikemas di Surabaya juga memberikan manfaat bisnis yang signifikan. Perusahaan memperkirakan langkah tersebut mampu menekan biaya logistik hingga 40 persen dibandingkan pola distribusi sebelumnya, sehingga meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing produk minyak goreng di pasar Indonesia bagian tengah dan timur.

Langkah ini sejalan dengan komitmen PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat hilirisasi industri sawit nasional, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memastikan ketersediaan produk pangan strategis yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Holding Perkebunan Nusantara dan BRIN Kaji Pengembangan CBG Limbah Sawit di Riau

Pekanbaru – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, mengkaji potensi pengembangan bio compressed biomethane gas (CBG) berbasis limbah sawit di Provinsi Riau sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih dan hilirisasi energi baru terbarukan nasional.

Kajian tersebut dilakukan melalui evaluasi dan audit energi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Sei Pagar, Riau, yang melibatkan tim peneliti BRIN dipimpin Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) Hens Putra bersama peneliti energi BRIN Dr Samuel Pati Senda.

Direktur Strategy and Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menghitung dan mengoptimalkan potensi energi yang berasal dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) maupun biomassa tandan kosong.

“Pengembangan biogas dan CBG menjadi salah satu fokus utama PalmCo dalam mendukung energi baru terbarukan. Kami siap mendukung seluruh proses evaluasi agar potensi energi dari limbah sawit dapat dimaksimalkan dan dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Ugun di Pekanbaru, awal pekan ini.

Ia menjelaskan, optimalisasi limbah sawit menjadi energi tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memperkuat implementasi ekonomi sirkular dan efisiensi operasional perusahaan.

Menurut Ugun, PTPN IV PalmCo saat ini tengah mempercepat pengembangan CBG di berbagai unit operasional perusahaan. Salah satu proyek awal yang telah memasuki tahap pembangunan berada di PKS Tinjowan, Sumatera Utara.

Selain itu, PalmCo bersama mitra strategis juga menargetkan pembangunan 17 instalasi CBG secara bertahap hingga 2029 mendatang di sejumlah wilayah operasional perusahaan.

“Pengembangan CBG merupakan bagian dari transformasi PalmCo menuju perusahaan agribisnis modern berbasis energi hijau. Limbah sawit yang sebelumnya dipandang sebagai residu kini kami dorong menjadi sumber energi bernilai tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk industri maupun transportasi,” ujarnya.

Dalam tahap pertama pada 2026, PalmCo menargetkan groundbreaking 10 proyek CBG, dilanjutkan pengembangan tahap berikutnya pada 2027 dan 2029. Secara keseluruhan, proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan biomethane berkadar tinggi yang dapat menjadi substitusi gas alam atau compressed natural gas (CNG).

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) Hens Putra menilai sektor perkebunan sawit memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan limbah menjadi energi bersih.

“Energi menjadi salah satu prioritas utama nasional. Melalui kajian ini, kami ingin menghitung sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah sawit agar dapat menghasilkan energi yang lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengembangan CBG berbasis sawit juga sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon karena mampu menekan emisi metana sekaligus menghasilkan produk turunan lain yang bernilai tambah.

Menurut Hens, hasil kajian tersebut berpotensi menjadi model pengembangan energi berbasis sawit yang dapat direplikasi secara nasional.

“Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong PTPN menjadi percontohan pengembangan kawasan berbasis inovasi dan technopark sawit di Indonesia,” katanya.

Sepanjang 2025, PTBg cofiring Sei Pagar tercatat menghasilkan 440.476 Nm3 biogas dengan rata-rata produksi mencapai 36.706 Nm3 per bulan. Sementara sepanjang 2026, produksi methane yang dimanfaatkan mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai 46.683 Nm3 per bulan.

Idul Adha 1447 H, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Distribusikan 120.000 Paket Daging Kurban 

PEKANBARU – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendistribusikan lebih dari 150 ton daging kurban ke puluhan kabupaten dan kota di Indonesia pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Penyaluran dilakukan di berbagai wilayah operasional perusahaan yang tersebar di Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan dengan sasaran masyarakat prasejahtera, anak yatim piatu, serta warga terdampak bencana.

Distribusi daging kurban tersebut berasal dari penyembelihan lebih dari 1.900 hewan kurban yang terdiri atas 1.667 ekor sapi dan 298 ekor kambing. Dari proses tersebut, perusahaan menghasilkan sekitar 150 ton daging bersih yang kemudian dikemas menjadi sekitar 120.000 paket untuk disalurkan kepada masyarakat.

Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui unit-unit kerja perkebunan perusahaan di berbagai daerah. Sejumlah wilayah yang diprioritaskan antara lain kawasan sekitar operasional perusahaan hingga daerah yang tengah menjalani pemulihan pascabencana, seperti sejumlah wilayah di Aceh dan kawasan Batang Toru.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa sebagian besar hewan kurban berasal dari iuran sukarela karyawan muslim di lingkungan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga menambah alokasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Idul Adha bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat kuat. Momentum ini mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus menghadirkan akses protein bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Jatmiko di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, perputaran ekonomi selama perayaan hari raya kurban melibatkan rantai usaha yang panjang, mulai dari peternak, pedagang ternak, jasa transportasi, hingga pekerja pemotongan hewan dan pelaku usaha kecil di sekitar distribusi.

“Ada banyak pihak yang mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas ini. Mulai dari peternak desa, sopir pengangkut ternak, pedagang pasar hewan, hingga usaha kecil yang terlibat dalam distribusi,” tuturnya.

Di lapangan, proses penyembelihan dilakukan secara serentak di sejumlah unit kerja perusahaan dengan pengawasan kesehatan hewan serta penerapan standar kebersihan yang ketat. Salah seorang petugas panitia pelaksana kurban di Pekanbaru, Azwar Matondang, mengatakan bahwa seluruh hewan kurban telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum dipotong.

“Sejak awal, hal utama yang kami titik beratkan adalah kondisi kesehatan hewan dan bebas dari penyakit, terutama PMK. Sehingga daging yang didistribusikan kepada masyarakat dalam kondisi baik,” ujarnya.

Khusus di wilayah operasional PTPN IV Regional III yang mencakup Provinsi Riau, perusahaan menyalurkan 36 ekor sapi melalui program TJSL kepada berbagai pihak, terutama masyarakat dan lembaga di sekitar wilayah operasional. Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terus dibangun oleh PTPN IV Regional III. “Atas nama lembaga, kami sangat berbahagia. Karena hari ini kami dikunjungi oleh PTPN IV Regional III. Dan juga, kami mengucapkan terimakasih atas sinergi yang ditunjukkan PTPN IV,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga adat menjadi penting untuk menjaga pembangunan yang selaras dengan nilai sosial dan budaya masyarakat Melayu Riau. Dalam kesempatan yang sama, ia turut mengapresiasi transformasi yang dijalankan oleh PTPN dalam beberapa tahun terakhir.

Transformasi tersebut, kata dia, turut memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah. “Kami melihat PTPN saat ini jauh lebih baik, lebih maju. Dan dengan begitu, alhamdulillah bisa berkontribusi positif. Kami berdoa semoga PTPN semakin bertambah rezekinya,” ujarnya.

Selain melalui program TJSL, pada Idul Adha 1447 Hijriah PTPN IV Regional III juga menyalurkan sekitar 28.000 paket daging kurban yang berasal dari 350 ekor hewan kurban sapi dan kambing dari seluruh wilayah operasional perusahaan di enam kabupaten/kota di Provinsi Riau. Sebagian besar hewan kurban tersebut merupakan sumbangan para karyawan PTPN IV Regional III yang kemudian dihimpun dan didistribusikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui kegiatan kurban yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai bersama yang berkelanjutan.

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi, PTPN IV PalmCo Regional V Terima Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat

PONTIANAK – PTPN IV PalmCo Regional V, anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat di Aula Utama Kantor Regional V, Pontianak, Selasa (2/6/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana konstruktif tersebut menjadi wadah diskusi mengenai berbagai isu strategis di sektor perkebunan, khususnya terkait tata kelola industri kelapa sawit di Kalimantan Barat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Business Support Head yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Region Head PTPN IV Regional V Donny Amril, Operation Head I Ihsan, Operation Head II Dedy Gurning, serta para Kepala Bagian. Sementara itu, rombongan DPRD Provinsi Kalimantan Barat dipimpin oleh Ketua DPRD Kalimantan Barat Aloysius, S.H., M.Si., didampingi Wakil Ketua DPRD H. Naofal Nofiendra, Ketua Komisi II Fransiskus Ason, Wakil Ketua Komisi II Aleksander, Sekretaris Komisi II Dian Eka Muchairi, serta anggota Komisi II lainnya.

Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk memperoleh informasi dan masukan terkait dinamika industri perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat, khususnya mengenai disparitas harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS), pengelolaan perkebunan, serta pengalokasian dan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Aloysius, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya DPRD untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi dan perkembangan sektor perkebunan di Kalimantan Barat. Menurutnya, perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat sehingga diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif terkait mekanisme penetapan harga TBS, pengelolaan perkebunan, serta pelaksanaan program CSR/TJSL perusahaan. Informasi dan masukan yang diperoleh dari pertemuan ini akan menjadi bahan penting dalam mendukung fungsi pengawasan dan perumusan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan sektor perkebunan di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, manajemen PTPN IV Regional V memaparkan kondisi operasional perusahaan, mekanisme pembelian TBS, pola kemitraan dengan petani, serta berbagai program sosial yang telah dilaksanakan untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Business Support Head yang juga menjabat sebagai Plt. Region Head PTPN IV Regional V, Donny Amril, menyampaikan bahwa kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat merupakan momentum strategis untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan.

“Melalui dialog yang berlangsung terbuka, kedua belah pihak dapat saling bertukar pandangan dan masukan guna mendorong terciptanya tata kelola perkebunan yang transparan, berkelanjutan, dan berdaya saing. Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Donny.

Lebih lanjut, Donny menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat terhadap sektor perkebunan. Menurutnya, komunikasi yang baik antara perusahaan dan pemangku kepentingan merupakan modal penting dalam mendorong pertumbuhan industri perkebunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah maupun masyarakat.

Pertemuan berlangsung lancar dan diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V dengan DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya iklim usaha perkebunan yang kondusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Gandeng Polda Sumsel Optimalkan Pengamanan Lahan dan Produksi Sawit

PALEMBANG – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo terus memperkuat sinergi kelembagaan dengan aparat penegak hukum guna mendukung keberlanjutan operasional perusahaan yang aman dan kondusif.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan audiensi Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Shandiyudha, didampingi Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan, dengan Kapolda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Pertemuan yang berlangsung di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi, khususnya dalam aspek pengamanan aset perusahaan, penegakan hukum terhadap tindak pidana di lingkungan perkebunan, serta dukungan terhadap keberlanjutan operasional perusahaan di wilayah Sumatera Selatan.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, kedua belah pihak membahas berbagai isu strategis, terutama terkait pengamanan aset perkebunan dan upaya menjaga stabilitas operasional perusahaan yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan serta perekonomian nasional.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Shandiyudha, menyampaikan bahwa penguatan hubungan kelembagaan dengan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Menurutnya, selama ini hubungan antara PTPN IV Regional VII dan Polda Sumatera Selatan telah terjalin dengan baik melalui berbagai bentuk koordinasi dan komunikasi di lapangan. Ke depan, kedua belah pihak menjajaki peluang penguatan kolaborasi yang lebih terstruktur guna menciptakan pola kerja sama yang jelas dan komprehensif.

Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah sinergi penegakan hukum terhadap tindak pidana pencurian kelapa sawit beserta jaringan penadahnya yang selama ini menjadi salah satu tantangan di sektor perkebunan. PTPN IV PalmCo saat ini juga tengah memperkuat sistem pengamanan internal melalui pembentukan tim intelijen internal perusahaan yang diharapkan dapat mendukung langkah-langkah preventif serta penegakan hukum oleh aparat kepolisian.

Selain persoalan pencurian produksi, pertemuan tersebut juga membahas langkah strategis dalam pengamanan aset perusahaan yang berkaitan dengan penyerobotan maupun pendudukan lahan. Mengingat sebagian lahan operasional yang dikelola Regional VII masih merupakan aset PTPN I, maka koordinasi ke depan akan melibatkan PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan Polda Sumatera Selatan secara bersama-sama melalui pembentukan tim khusus sebagai penghubung teknis di lapangan.

Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Polda Sumatera Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan perhatian yang diberikan oleh Polda Sumatera Selatan terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi perusahaan. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis berbagai tantangan terkait pengamanan aset maupun produksi dapat ditangani secara lebih efektif. Keamanan dan keberlanjutan operasional perusahaan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Denny.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, menyambut baik langkah penguatan koordinasi tersebut. Menurutnya, keberadaan perusahaan perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah maupun nasional sehingga perlu didukung melalui situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Polda Sumatera Selatan menegaskan kesiapannya dalam mendukung upaya pengamanan aset dan penegakan hukum yang memberikan manfaat bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar.

Melalui pertemuan ini, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo dan Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmen bersama untuk terus meningkatkan koordinasi dan membangun sistem pengamanan yang lebih efektif guna menciptakan iklim usaha perkebunan yang aman, kondusif, dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen ESG melalui Gerakan “One Man One Tree” PTPN IV Regional V

Pontianak – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero), mempertegas komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui gerakan penanaman pohon bertajuk “One Man One Tree”.

Melalui program tersebut, perusahaan menargetkan penanaman sebanyak 50.000 pohon sepanjang tahun 2026 yang tersebar di berbagai wilayah operasional, mulai dari Aceh hingga Kalimantan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini operasional perusahaan.

Sebagai bagian dari gerakan tersebut, PTPN IV Regional V melaksanakan penanaman pohon secara serentak di kawasan High Conservation Value (HCV) yang berada di wilayah kerja perusahaan. Sebanyak 3.000 pohon ditanam di seluruh kebun dan unit kerja PTPN IV Regional V sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi serta mendukung keberlanjutan ekosistem.

Bibit tanaman yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman keras dan tanaman produktif, seperti trembesi, durian, jambu, mahoni, dan matoa. Pemilihan jenis tanaman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis jangka panjang, mendukung konservasi lingkungan, serta menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan operasional perusahaan.

Donny Amril, Business Support Head PTPN IV Regional V mengatakan bahwa program penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam menjaga keberlangsungan lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin memprihatinkan.

Menurutnya, gerakan “One Man One Tree” menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan praktik perkebunan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di seluruh lini operasional perusahaan dengan melibatkan seluruh karyawan agar turut berpartisipasi aktif menjaga kelestarian alam.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan oleh perusahaan secara kelembagaan, tetapi juga melibatkan seluruh karyawan hingga ke tingkat unit terkecil. Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Donny Amril.

Ia menambahkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tugas dan tanggung jawab bersama sebagai insan yang bersentuhan langsung dengan alam. Karena itu, kepedulian terhadap kelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari budaya kerja dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.

“Menjaga lingkungan harus menjadi gaya hidup sehingga dapat menjadi contoh bagi generasi berikutnya. Tanaman yang telah ditanam juga harus dijaga dan dirawat agar tumbuh subur serta memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PTPN IV Regional V berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati, serta meningkatkan kesadaran seluruh insan perusahaan akan pentingnya menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Holding Perkebunan Nusantara Tebar Manfaat Idul Adha, 1.713 Hewan Kurban PalmCo Disalurkan ke Berbagai Daerah

JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, karyawan muslim PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyiapkan sedikitnya 1.713 ekor hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di berbagai daerah.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.483 ekor sapi dan 230 ekor kambing atau domba. Hewan kurban itu tersebar di tujuh regional operasional perusahaan yang mencakup wilayah Sumatera hingga Kalimantan.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Jatmiko K Santosa mengatakan, pengadaan hewan kurban mayoritas berasal dari partisipasi sukarela para karyawan muslim di lingkungan perusahaan. Tradisi tahunan itu, menurut dia, menjadi bagian dari budaya gotong royong yang terus dipertahankan di tengah aktivitas bisnis perusahaan.

“Pembiayaan hewan kurban ini sebagian besar berasal dari urunan mandiri karyawan di berbagai unit kerja. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh di lingkungan perusahaan,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan kurban tidak semata dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, melainkan juga upaya memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dan masyarakat sekitar perkebunan.

Menurut Jatmiko, distribusi daging kurban tahun ini juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Penyaluran dilakukan antara lain di kawasan sekitar Batang Toru hingga beberapa daerah di Aceh yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami bencana banjir. “Kami ingin kehadiran perusahaan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit,” kata dia.

Jumlah hewan kurban yang terkumpul tahun ini tercatat meningkat dibandingkan Idul Adha tahun sebelumnya. Perusahaan memperkirakan angka tersebut masih dapat bertambah karena proses pendataan partisipasi dari sejumlah unit kerja masih berlangsung hingga mendekati hari raya.

Peningkatan jumlah hewan kurban itu dinilai mencerminkan tingginya antusiasme karyawan untuk terlibat dalam kegiatan sosial keagamaan. Selain menjadi momentum ibadah, kurban juga dipandang sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial di kawasan operasional perusahaan perkebunan yang tersebar di berbagai daerah.

Produksi Pandai Besi Binaan PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Capai 30.000 Unit Perbulan

PEKANBARU – Di Desa Teratak, denting besi yang dihantam mesin bertalu-talu menjadi denyut kehidupan masyarakat. Percikan api serta suara mesin gerinda dan cutting laser menghidupkan aktivitas ekonomi para pandai besi yang tergabung dalam CV Mola Maju Basamo (MMB).

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTPN IV PalmCo, subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), turut mengambil peran dalam mendorong transformasi usaha masyarakat tersebut.

Terbaru, perusahaan menyalurkan bantuan senilai Rp115 juta berupa air hammer dan automatic grinder yang mampu meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan. Dari semula sekitar 3.000 unit alat perkebunan per bulan, kini produksi meningkat hingga mencapai 30.000 unit per bulan.

Kehadiran PTPN IV PalmCo di Desa Teratak bukan berlangsung secara instan, melainkan melalui proses pendampingan berkelanjutan yang dibangun dalam semangat kebersamaan dan kolaborasi sejak masa pandemi COVID-19.

Pimpinan CV Mola Maju Basamo, Desrico Apriyus, mengatakan titik balik perkembangan usaha mereka bermula pada 2020, ketika pandemi menyebabkan banyak pelaku usaha mengalami kesulitan.

“Waktu itu hampir semua orang kesulitan menjual produk. Ekonomi seperti lumpuh. Tapi justru di situ PTPN hadir. Mereka menyerap produk kami, membimbing kami, dan membantu kami, sehingga kami tetap bisa berproduksi di tengah situasi yang sulit,” ujarnya.

Seiring waktu, kemitraan tersebut berkembang semakin kuat. Pada tahun berikutnya, PTPN turut memberikan dukungan permodalan melalui program kemitraan senilai Rp800 juta.

Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan usaha. Bengkel-bengkel kecil yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri mulai terkonsolidasi menjadi sentra produksi yang lebih terorganisasi. Kelompok Usaha Bersama (KUB) pun berkembang menjadi badan usaha yang lebih profesional.

Produk yang sebelumnya dipandang sebelah mata kini telah berkembang menjadi produk unggulan desa dan mengantongi sertifikasi nasional. Teknologi produksi juga mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas usaha. “Tanpa kehadiran PTPN, sulit dibayangkan kami bisa menghasilkan produksi sampai 1.000 produk per hari,” ujarnya.

Desrico menjelaskan bahwa dukungan PTPN kini menjadi tulang punggung usaha masyarakat desa. Di bengkel produksi yang berada di bawah rindangnya pohon mahoni, terdapat empat unit air hammer yang digunakan untuk memproduksi alat pertanian. “Ini semua dari PTPN. Ada yang bantuan bergilir dan bergulir, ada yang hibah,” tuturnya.

Peningkatan kapasitas produksi turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Jumlah pekerja yang sebelumnya hanya belasan orang kini meningkat menjadi 23 karyawan dan diproyeksikan bertambah menjadi 33 orang dalam waktu dekat. Selain itu, sekitar 100 pemuda desa juga dilibatkan sebagai mitra pemasaran, baik secara daring maupun langsung kepada pasar dan petani.

“Multiplier effect-nya jelas. Dengan produksi meningkat, kami butuh lebih banyak tenaga kerja. Itu membuka lapangan pekerjaan. Masyarakat juga ikut merasakan dampaknya,” paparnya.

Peningkatan produktivitas usaha juga berdampak pada kesejahteraan pekerja. Jika sebelumnya penghasilan relatif terbatas, kini rata-rata pekerja memperoleh pendapatan sekitar Rp7 juta per bulan dan diproyeksikan meningkat hingga Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan.

Tak hanya berdampak secara ekonomi, geliat usaha tersebut juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat Desa Teratak. Sebagian keuntungan usaha mulai dialokasikan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan bahwa program TJSL perusahaan dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan keberlanjutan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, program TJSL kami arahkan untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi,” kata Jatmiko.

Ia menambahkan, kemitraan dengan kelompok usaha seperti pandai besi di Kampar merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat rantai pasok industri perkebunan yang inklusif sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Kini, di Desa Teratak, denting besi yang dahulu sekadar rutinitas kerja telah menjelma menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat. Dari bara yang ditempa setiap hari, lahir bukan hanya alat-alat perkebunan, tetapi juga harapan bagi masa depan desa dan generasi mudanya.

Kumpulkan 65 Ekor Hewan Kurban, Holding Perkebunan Nusantara Wujudkan Semangat Berbagi Idul Adha melalui PTPN IV Regional V

PONTIANAK – Semangat kebersamaan dan gotong royong mewarnai peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan PTPN IV Regional V, salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Karyawan muslim di seluruh unit kerja turut berpartisipasi dalam menyiapkan hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, karyawan PTPN IV Regional V akan mengurbankan sebanyak 60 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Hewan kurban tersebut akan didistribusikan ke berbagai kebun, pabrik kelapa sawit, serta wilayah binaan perusahaan di Kalimantan Barat untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Forum Silaturahmi Muslim PalmCo (FSMP) PTPN IV Regional V, Donny Usman mengatakan bahwa hewan kurban yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial kepada lingkungan sekitar. Momentum Hari Raya Idul Adha, menurutnya, juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, dan semangat berbagi antar sesama.

“Penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan semangat kebersamaan karyawan PTPN IV Regional V kepada masyarakat di sekitar wilayah. Momentum Idul Adha juga menjadi pengingat pentingnya nilai keikhlasan, solidaritas, dan semangat berbagi antar sesama,” ujar Donny Usman.

Sementara itu, Business Support Head PTPN IV Regional V, Donny Amril menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban tersebut merupakan bentuk nyata kebersamaan dan kepedulian insan PTPN IV Regional V kepada masyarakat sekitar. Menurutnya, hewan kurban sapi dan kambing yang disalurkan merupakan kontribusi karyawan dari seluruh unit kerja di lingkungan perusahaan.

“Pelaksanaan kurban ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian insan PTPN IV Regional V kepada masyarakat sekitar. Semoga hewan kurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang menerima,” ujarnya.

Lebih lanjut, Donny Amril juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas semangat karyawan dalam menjalankan ibadah kurban. Ia menilai Idul Adha menjadi refleksi nilai-nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan yang terus tumbuh di lingkungan perusahaan.

“Jiwa dan semangat karyawan untuk menjalankan ibadah kurban tentu menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan. Melalui kegiatan kurban ini, karyawan PTPN IV Regional V memperlihatkan bahwa perusahaan juga merupakan bagian dari komunitas sosial di sekelilingnya,” tuturnya.

Kegiatan kurban di lingkungan PTPN IV Regional V rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.