MENU

Upacara Hardikda, Kepala Sekolah SMKN 5 Takengon Sampaikan Pidato Gubernur Aceh

4 menit membaca View : 28
Admin
Berita - 02 Sep 2026

A1news.co.id|Takengon – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Takengon gelar Upacara memperingati Hardikda Aceh Tahun 2026 yang di laksanakan di halaman sekolah.

 

Kepala Sekolah Ruhila sebagai Pembina Upacara membacakan Pidato Gubernur Aceh pada Hari Pendidikan Daerah Aceh ke 67 tanggal 02 September Tahun 2026.

 

Dengan tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat”.

Hari pendidikan daerah bukan hanya Peringatan, bukan hanya Upacara, bukan hanya spanduk dan seremonial.

Hardikda adalah momentum untuk kita melihat kembali udah sejauh manakah pendidikan Aceh maju, udah sejauh mana anak anak Aceh mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Dan yang paling penting sudah sejauh mana pendidikan mampu mengubah masa depan anak anak Aceh.

Karena kita semua memahami masa depan Aceh sangat di tentukan oleh kualitas pendidikan hari ini.

Tema ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

Pendidikan unggul bukan hanya soal capaian akademik tetapi juga bagaimana kita membentuk karakter, kreatifitas dan inovasi generasi muda Aceh agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pendidikan Aceh adalah investasi masa depan, Pemerintah Aceh memiliki Visi Aceh Islami, Maju, Bermartabat dan berkelanjutan.

Misi akan mungkin tercapai tanpa pendidikan yang kuat, Aceh yang islami membutuhkan ilmu dan berakhlak, Aceh yang maju membutuhkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Aceh yang bermartabat membutuhkan generasi yang memiliki karakter, integritas dan prestasi, Aceh yang berkelanjutan membutuhkan generasi muda yang mampu menjaga pembangunan lingkungan, budaya danmasa depan Daerah.

Karena itu pendidikan harus menjadi prioritas bersama bukan hanya tugas pemerintah, guru tetapi tugas kita semua, orang tua, guru, Kepala Sekolah, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dan seluruh komponen Aceh harus bergerak bersama.

Selaras dengan pembangunan nasional, kita harus memastikan pembangunan pendidikan Aceh berjalan searah dengan kebijakan Nasional.

Presiden RI Prabowo Subianto menempatkan pembangunan sumber daya manusia bagian penting dalam Asta Cita.

Khususnya melalui penguatan pendidikan sains, teknologi, kesehatan, olahraga serta pemberdayaan generasi muda dan kelompok yang membutuhkan perhatian.

Olah karena itu, Aceh harus menjadi bagian penting dari era tersebut, kita tidak boleh hanya jadi penonton, anak anak Aceh harus menjadi pelaku dan pemenang.

Kita harus menyiapkan mereka agar mampu bersaing bukan hanya di tingkat Aceh, nasional dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Berapa hari terakhir kita merasakan gempa di wilayah Aceh, BMKG juga terus mengingatkan masyarakat agar terus tetap tenang dan waspada mengikuti informasi penting.

Bagi kita di sektor pendidikan ini menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk belajar mengajar tetapi juga tempat membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan.

Guru harus tahu bagaimana melindungi peserta didik dan kepala sekolah harus memastikan lingkungan sekolah aman, setiap satuan pendidikan harus memiliki langkah dalam menghadapi keadaan darurat.

 

Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh kepala sekolah dan guru jadikan pendidikan kebencanaan sebagai bagian dari kebudayaan sekolah.

Ajarkan anak anak untuk tidak panik bagaimana cara menyelamatkan diri dan untuk saling membantu, yang paling penting tanamkan pada mereka bahwa dalam menghadapi bencana tidak boleh kehilangan harapan.

Kita punya pengalaman besar mulai dari tsunami, banjir, tanah longsor dan bencana lainya, tapi Aceh selalu mampu bangkit.

Salah satu kekuatan Aceh itu adalah bangkit di bidang pendidikan, kita menyadari bahwa bencana tidak hanya berdampak pada masyarakat tapi berdampak langsung pada sarana dan prasarana pendidikan.

Pemerintah Aceh akan terus berkomitmen memperkuat berbagai program pendidikan, memperbaiki sarana dan prasarana sekolah, meningkatkan kompetensi guru dan memastikan Pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Aceh termasuk di derah terpencil dan perdalaman.

Kepada kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan, saya sampaikan Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian dalam mendidik anak anak Aceh.

Peran bapak dan ibu guru sangat vital dalam mewujudkan pendidikan unggul yang kita cita-citakan.

 

Mari kita bersama sama mewujudkan Aceh maju melalui pendidikan unggul dengan tekad kerja keras kita, Aceh akan mampu menghasilkan generasi yang cerdas, kreatif dan berkarakter mulia.

 

Ditambah Ruhila, di hadapan para guru, dan siswa bahwa pidato Gubernur Aceh syarat dengan makna dan penuh dengan makna.

Apabila kita benar benar mampu menghayati apa yang disampaikan oleh Gubernur Aceh bahwa pendidikan adalah tonggak untuk kemajuan bangsa, para dewan guru semua adalah seorang yang harus berdiri paling terdepan dalam pendidikan ini, Ucap Ruhila dengan tegas.(*)

 

 

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *