MENU

2 Jembatan Kuta Simboling, Ambruk ,150 Warga Terisolasi

2 menit membaca View : 23
Admin
Berita - 04 Okt 2026

A1news.co.id|Aceh Singkil – Banjir dengan arus deras menghantam Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, Minggu (4/10/2026) sore.

 

Dua jembatan yang menjadi akses sebagian warga ambruk diterjang derasnya arus sungai sekitar pukul 16.00 WIB.

 

Putusnya dua akses tersebut membuat sekitar 30 kepala keluarga atau kurang lebih 150 jiwa yang tinggal di seberang daratan terisolasi.

 

Kepala Desa Kuta Simboling, Junaidi, mengatakan kondisi sungai berubah drastis setelah debit air meningkat akibat luapan yang terjadi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

 

“Debit air meningkat drastis akibat luapan sungai yang sedang bergerak naik di sepanjang daerah aliran sungai,” kata Junaidi saat ditemui di lokasi.

 

Tidak hanya memutus akses antarpermukiman, salah satu jembatan yang ambruk juga merupakan akses menuju masjid desa.

 

Junaidi mengatakan warga kini kesulitan menuju masjid karena jembatan penghubung di depannya telah roboh.

 

“Jembatan penghubung di depan masjid itu juga ambruk sehingga kami tidak dapat ke sana untuk beribadah,” ujarnya.

 

Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil mengerahkan dua unit perahu politilen untuk membantu evakuasi dan mobilitas warga yang terdampak.

 

Junaidi berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang kini terdampak dan terisolasi akibat putusnya akses jembatan.

 

Sehari sebelum dua jembatan ambruk, tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan pihak terkait diketahui melakukan pembersihan tanaman eceng gondok yang memenuhi aliran sungai.

 

Pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air. Namun, derasnya arus sungai kemudian mengikis bagian bawah jembatan dan mengorek tiang kayu penyangga.

 

Kuatnya arus membuat tiang kayu tidak mampu lagi menahan beban konstruksi hingga akhirnya dua jembatan tersebut roboh.

 

Warga kini berharap akses penghubung segera ditangani agar aktivitas dan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan. (EW)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *