MENU

Wisuda Akbar 800 Penghafal Al-Qur’an, Ponpes Tahfidz Kiai Marogan Dan PMPB Perkuat Syiar islam

3 menit membaca View : 34
Admin
Berita - 07 Nov 2026

A1news.co.id|Palembang – Suasana khidmat, haru, dan penuh suka cita menyelimuti Ponpes Tahfidz Kiai Marogan, Palembang, pada Sabtu (07/11/2026).

 

Sebanyak kurang lebih 800 santriwan dan santriwati penghafal Al-Qur’an dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan mulai hafalan 1 juz hingga 30 juz resmi dikukuhkan dalam acara Wisuda Akbar Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an Rumah Tahsin dan Tahfidz Indonesia (RTTI) Sumsel.

 

Tak hanya menjadi momen bersejarah bagi para pejuang Al-Qur’an dan orang tua mereka, hari itu juga dirangkai dengan Grand Opening Mini Makkah, sebuah miniatur Ka’bah dan pusat edukasi manasik haji serta umrah yang berdiri megah berkat sinergi nyata di lingkungan pesantren.

 

Acara akbar ini turut dihadiri oleh ulama besar asal Al-Azhar, Mesir, Syekh Dr. Hisyam Kamil Hamid Musa Al-Azhari, serta Syekh Abu Daud dari Turki.

 

Hadir pula Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumsel, M. Yusuf Sumsel (H. Muhammad Yusuf Malaya), Pembina Ponpes Tahfidz Kiai Marogan Ustadz KH. Masagus A. Fauzan Yayan, SQ, jajaran Forkopimda (TNI-Polri), serta ratusan tokoh masyarakat dan wali santri.

 

Pembina Ponpes Tahfidz Kiai Marogan, Ustadz KH. Masagus A. Fauzan Yayan, SQ, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi nyata, khususnya PMPB Sumsel melalui H. Muhammad Yusuf Malaya.

 

“Mini Makkah ini tadinya adalah tanah kolam. Atas bantuan Bapak H. Muhammad Yusuf Malaya dan PMPB Sumsel, tanah ini ditimbun, diratakan, dan kini bisa kita tempati untuk acara wisuda sekaligus pusat manasik haji dan umrah,” tutur Ustadz Fauzan hangat di hadapan ribuan hadirin.

 

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Mini Makkah dan fasilitas wakaf produktif lainnya diharapkan mampu membawa pondok menuju kemandirian ekonomi, yang nantinya bermuara pada kesejahteraan para santri yatim dan dhuafa, baik di lingkungan pesantren maupun di jaringan RTTI se-Sumatera Selatan.

 

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PMPB Sumsel, M. Yusuf Sumsel, menyatakan kebanggaannya melihat antusiasme generasi muda Sumsel dalam memelihara dan menghafalkan kalam Ilahi bersama Ponpes Tahfidz Kiai Marogan.

 

“Semoga kecintaan kepada Al-Qur’an terus tumbuh menjadi pedoman dalam kehidupan serta tercermin dalam akhlak dan bakti kepada orang tua. Jangan terjerumus ke hal-hal yang negatif; jadikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama bagi akhlak anak-anak kita,” pesan Yusuf penuh inspirasi.

 

Ia juga menegaskan komitmen PMPB Sumsel untuk terus membersamai dan mendukung kemajuan pendidikan agama, sosial, hingga pemberdayaan umat di Sumatera Selatan.

 

Bukan sekadar seremonial kelulusan, wisuda tahun ini membawa angin segar bagi para santri dan ustaz-ustazah pendamping. Kehadiran pusat manasik haji Mini Makkah di kompleks pesantren menjadi jembatan visual dan edukatif agar para penghafal Al-Qur’an kelak terpanggil dan dimudahkan langkahnya untuk menjejakkan kaki di Baitullah, melantunkan ayat suci di Masjidil Haram, dan berziarah ke Makam Rasulullah SAW di Madinah.

 

Dengan membludaknya peserta dari berbagai daerah seperti Muara Enim, OKI, Oku Selatan, hingga OKU Timur, RTTI Sumsel dan Ponpes Tahfidz Kiai Marogan membuktikan bahwa gelombang cinta Al-Qur’an di Bumi Sriwijaya terus bergemuruh, melahirkan generasi muda yang cerdas secara spiritual sekaligus siap menjadi benteng moral bangsa.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *