Pelantikan Pengurus SPBUN PTPN I Regional VI Diwarnai Donor Darah dan Santuni Anak Yatim

Kota Langsa – Suasana penuh semangat kebersamaan dan kepedulian sosial donor darah dan santunan 30 anak yatim mewarnai pelantikan pengurus Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) PTPN I Regional VI periode 2026-2031 yang berlangsung khidmat dan meriah di Wisma Meuligoe Nusantara, Kamis (11/6/2026).

Prosesi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum SPBUN PTPN I, Adi Sukmawadi, diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus SPBUN PTPN IV Regional VI oleh Sekretaris Jenderal SPBUN PTPN I.

Melalui keputusan tersebut, Ketua Umum M. Yacob AR, Sekretaris Umum Abdul Khalid dan Bendahara Umum Samsuar, secara resmi dikukuhkan untuk masa bakti lima tahun ke depan, menandai dimulainya babak baru perjuangan organisasi dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan peningkatan kualitas sumber daya para pekerja perkebunan.

Dengan semangat solidaritas dan profesionalisme, kepengurusan yang baru diharapkan mampu menjadi wadah yang kuat dalam menjembatani aspirasi pekerja sekaligus mendukung kemajuan perusahaan.

Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo, Dr. H. Suhendri, SE, MM hadir secara virtual dari Jakarta.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Teknologi Informasi (TI) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, Dr. H. Suhendri, SE, MM, secara virtual menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) PTPN I Regional VI yang baru saja dilantik.

Dalam sambutannya, Suhendri berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat kebersamaan dalam memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan pekerja.

“Selamat kepada seluruh pengurus SPBUN PTPN I Regional VI yang telah dilantik. Saya berharap kepengurusan yang baru ini mampu menjadi mitra strategis perusahaan dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Suhendri.

Seluruh Pengurus SPBUN PTPN I Regional VI, Pengurus SPBUN PTPN I dan Federasi SPBUN serta Manajemen PTPN IV Regional VI foto bersama anak yatim.

Sementara Ketua Umum Federasi SPBUN Asmanuddin Sinaga, memberikan dukungan penuh terhadap kepengurusan yang baru.

Ia menegaskan agar visi dan harapan yang diusung oleh ketua terpilih, dapat segera diimplementasikan demi kesejahteraan karyawan dan kemajuan perusahaan.

Apa yang menjadi harapan yang telah disampaikan oleh ketua terpilih harus mampu kita capai bersama karena memang itu yang menjadi harapan kita semua.

“Mari bersama-sama kita majukan mitra dan usaha ini tanpa ragu,” ajaknya.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat yang diberikan selama berada di Aceh. Ia berharap kepengurusan baru ini mampu menjaga komunikasi yang solid serta mengedepankan asas musyawarah dalam menyelesaikan setiap dinamika organisasi

“Terima kasih atas kehangatan dan sambutan yang luar biasa di bumi Serambi Mekkah ini. Mari kita jaga terus keharmonisan, sinergi yang dinamis, dan musyawarah dalam setiap langkah kerja kita ke depan,” ungkapnya.

Seluruh Pengurus SPBUN PTPN I Regional VI, Pengurus SPBUN PTPN I dan Federasi SPBUN serta Manajemen PTPN IV Regional VI foto bersama.

Sebelumnya Ketua SPBUN PTPN I Regional VI usai dilantik menegaskan bahwa kehadiran serikat bukan sebagai rival atau penantang manajemen, melainkan sebagai mitra strategis yang berjalan beriringan demi kebaikan bersama.

Ia menyampaikan filosofi mendalam mengenai hubungan pengurus dan anggotanya. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan, kesejahteraan, dan hak-hak karyawan agar terhindar dari praktik-praktik yang merugikan.

“Jangan kita biarkan karyawan-karyawan kita itu cedera dan celaka dengan hal-hal yang tidak benar. Kita harus membantu dan mendukung apapun yang terjadi. Karyawan kita adalah badan kita. Itulah yang diamanahkan dalam organisasi SPBUN ini,” tegasnya disambut gemuruh tepuk tangan.

Ia juga menggarisbawahi prinsip sinergi yang diamanahkan dalam undang-undang, yaitu mengedepankan asas kekeluargaan dan kolaborasi. Prinsip kita adalah bersanding, bukan bersaing. Jadi hari ini, kita SPBUN dan manajemen sama-sama berjalan.

Yacob mengajak para pengurus SPBUN untuk turun kelapangan menunjukkan aksi nyata yang tidak sekadar berteori di belakang meja, pengurus SPBUN mengumumkan agenda kerja perdana yang akan langsung dilaksanakan pasca-pelantikan.

“Pihaknya bersama jajaran manajer telah berkoordinasi untuk langsung melakukan peninjauan lapangan atau “turun kebun”, papar Kobra sapaan kerennya.

Ia meminta pada Pak MManaje unit PTPN IV Regional VI untuk siap menerima kunjungan pengurus untuk turun kebun. Bukan untuk mengajari, tapi untuk meninjau mana tahu. Kadang-kadang kalau kita pandang sudah baik dan benar, belum tentu di mata teman-teman sudah benar.

“Makanya hari ini kita bersama untuk memperbaiki, baik yang sudah baik maupun yang belum tercium dengan baik,” ungkapnya secara objektif.

Struktur kepengurusan periode ini terbilang sangat solid dan inklusif karena merepresentasikan berbagai lini di perusahaan, mulai dari tingkat Kepala Bagian, Manajer, Kasubag, hingga level Pelaksana.

Dengan formasi ini, SPBUN berkomitmen untuk siap sedia bekerja tanpa kenal waktu, baik siang, malam, maupun hari libur, demi menyelesaikan kendala yang dihadapi ribuan karyawan di bawah naungan mereka.

“Kita hari ini mewakili karyawan-karyawan yang tidak mau bersuara, mewakili yang malu bersuara, dan mewakili teman-teman yang kadang-kadang takut untuk menjabarkan apapun,” pungkas Ketua SPBUN.

Acara pelantikan dihadiri oleh Region Head PTPN IV Regional VI Yudhi Cahyadi, Operation Head T. Zein Ichwan, Business Support Head Ifri Handi, Direktur PT CMN Ir Ernawati dan pengurus Federasi SPBUN, Pengurus Unit SPBUN dan para Manajer Unit Kebun PTPN IV Regional VI serta para undangan lainnya.

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kompetensi SDM melalui Pelatihan Pemeriksaan Mutu CPO di KPBN Dumai

DUMAI – PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), bagian dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero) selaku Holding Perkebunan Nusantara, menyelenggarakan kegiatan In House Training bertema Pemeriksaan Mutu CPO dan Turunannya secara luring pada Senin–Selasa, 18–19 Mei 2026, di PT KPBN Unit Dumai, Jalan Datuk Laksamana, Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Riau.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan bekerja sama dengan SUCOFINDO sebagai mitra pelaksana pelatihan dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi serta pemahaman teknis peserta terkait pemeriksaan mutu Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang mencakup pengenalan produk CPO dan turunannya, proses inspeksi, teknik sampling, hingga pengujian mutu produk CPO dan turunannya. Pelatihan berlangsung secara interaktif bersama para trainer profesional dari SUCOFINDO, diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest sebagai bagian dari evaluasi pemahaman peserta.

Program ini merupakan bagian dari upaya KPBN dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek pengendalian mutu dan pemahaman standar kualitas produk sawit yang menjadi salah satu komoditas strategis nasional.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan wawasan terkait standar mutu CPO sehingga mampu mendukung kualitas kerja, akurasi proses bisnis, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas di lingkungan perusahaan.

Sebagai bagian dari ekosistem Holding Perkebunan Nusantara, KPBN terus berkomitmen menghadirkan program-program pengembangan kompetensi yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan guna mendukung transformasi bisnis perusahaan serta peningkatan daya saing industri kelapa sawit nasional.

Pelaksanaan pelatihan ini juga sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas sebagai fondasi utama untuk menciptakan tata kelola industri sawit yang semakin modern, efisien, dan berkelanjutan.

Holding Perkebunan Nusantara Salurkan 101 Hewan Kurban melalui PTPN I Regional 5 untuk Masyarakat Jawa Timur

SURABAYA – PTPN I Regional 5, salah satu entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara, menyalurkan 101 ekor hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di Jawa Timur.

Penyaluran dilakukan secara serentak di sejumlah unit kebun dan kantor regional yang tersebar di berbagai daerah. Total hewan kurban yang disalurkan terdiri atas 14 ekor sapi dan 87 ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan serta partisipasi para karyawan yang menjadi donatur.

Distribusi hewan kurban berlangsung di berbagai wilayah operasional perusahaan, meliputi Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Lumajang, Malang, Kediri, Ngawi, hingga Surabaya. Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar area kerja.

Beberapa unit yang terlibat dalam pelaksanaan Iduladha tahun ini antara lain Kebun Pasewaran Kaliselogiri, Gunung Gambir, Sumberjambe, Kalirejo Kendenglembu, Kalisanen Kotta Blater, Glantangan, Renteng Banjarsari, Zeelandia, Kalibakar Pancursari, Blawan, Ngrangkah Pawon, Malangsari, Kayumas Pancurangkrek, Silosanen Sumber Tengah, Kebun Tembakau, serta Kantor Regional Surabaya.

Dari seluruh unit yang berpartisipasi, Kebun Tembakau menjadi lokasi penyembelihan terbanyak dengan total empat ekor sapi dan tujuh ekor kambing. Sementara itu, Unit Zeelandia mencatat distribusi kambing terbanyak dengan jumlah 18 ekor.

Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang nantinya didistribusikan kepada masyarakat sekitar. Kami juga bersyukur karena jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun cukup besar, baik dari dukungan TJSL maupun partisipasi karyawan donatur,” ujarnya.

Menurut Subagiyo, kegiatan kurban tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan perusahaan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan berbagi ini membawa berkah, mempererat kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat saling membantu,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, karyawan perusahaan bersama masyarakat sekitar turut terlibat dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. Semangat gotong royong dan kebersamaan tersebut menjadi bagian dari tradisi yang terus dijaga PTPN I Regional 5 dalam setiap perayaan Iduladha.

Melalui kegiatan ini, PTPN I Regional 5 bersama Holding Perkebunan Nusantara kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar, serta menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan secara berkelanjutan sejalan dengan nilai-nilai AKHLAK dan semangat transformasi BUMN.

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur melalui Fasilitas Pengemasan Baru di Surabaya

SURABAYA – Pasokan minyak goreng ke kawasan Indonesia Timur diproyeksikan menjadi lebih cepat dan efisien setelah PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PTPN IV PalmCo yang merupakan Subholding Perkebunan Nusantara, mengoperasikan fasilitas pengemasan minyak goreng di kawasan Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/6/2026).

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan rantai pasok dan hilirisasi industri sawit nasional yang dijalankan PalmCo bersama Holding Perkebunan Nusantara. Fasilitas ini memperpendek rantai distribusi minyak goreng menuju Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang selama ini dilayani dari pabrik pengolahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Melalui skema baru tersebut, minyak goreng dikirim dalam bentuk curah ke Surabaya untuk kemudian dikemas dan didistribusikan ke berbagai wilayah tujuan di Indonesia bagian tengah dan timur.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendekatkan titik distribusi ke pasar utama di Indonesia bagian tengah dan timur.

Menurutnya, Surabaya dipilih karena memiliki konektivitas pelabuhan yang kuat dengan berbagai wilayah di Indonesia Timur, sehingga mampu mempercepat arus barang sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.

“Selama ini produk dikirim dalam bentuk kemasan dari Sumatera Utara. Dengan pengemasan dilakukan di Surabaya, distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan hingga 40 persen,” ujar Jatmiko saat peresmian fasilitas tersebut.

Efisiensi tersebut dinilai penting mengingat biaya logistik masih menjadi salah satu tantangan utama dalam distribusi pangan nasional. Untuk komoditas kebutuhan pokok seperti minyak goreng, tingginya biaya pengiriman kerap berdampak pada harga jual di tingkat konsumen, terutama di wilayah kepulauan yang berjarak jauh dari pusat produksi.

Sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Perak selama ini menjadi simpul distribusi barang ke kawasan timur Indonesia. Posisi geografis Surabaya yang lebih dekat dengan pasar tujuan dibandingkan Sumatera Utara memungkinkan waktu pengiriman menjadi lebih singkat dan pasokan lebih terjaga.

Bagi INL, fasilitas baru ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat penetrasi pasar minyak goreng di luar Pulau Jawa. Seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga dan industri makanan di Indonesia Timur, perusahaan melihat potensi pertumbuhan permintaan yang terus berkembang.

Jatmiko menambahkan, penguatan jaringan distribusi merupakan bagian dari transformasi PalmCo yang tidak lagi hanya berfokus pada produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), tetapi juga memperbesar porsi bisnis hilir yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.

“PTPN mendapat tugas untuk menjadi instrumen negara yang dapat diandalkan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas industri sawit nasional. Karena itu, kami terus memperkuat hilirisasi dan distribusi agar produk bisa menjangkau masyarakat secara lebih efektif,” kata dia.

Operasional fasilitas pengemasan di Surabaya dilakukan melalui kerja sama dengan PT Lestari Jaya Indonesia Maju (LJIM). Komisaris PT LJIM, Mayjen TNI (Purn) Gamal Haryo Putro, mengatakan bahwa distribusi awal dari fasilitas tersebut telah berjalan dan mendapat respons positif dari pasar.

Menurutnya, kapasitas distribusi akan ditingkatkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan di wilayah sasaran. Fokus utama pada tahap awal adalah memastikan kelancaran pasokan ke berbagai daerah di Indonesia bagian tengah dan timur.

“Kami melihat kebutuhan pasar yang cukup besar. Karena itu, distribusi akan terus diperkuat seiring meningkatnya kapasitas operasional dan daya serap pasar,” ujar Gamal.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan logistik nasional, kehadiran fasilitas pengemasan di Surabaya diharapkan tidak hanya mempercepat distribusi minyak goreng ke Indonesia Timur, tetapi juga memperkuat ketahanan rantai pasok nasional melalui sistem distribusi yang lebih dekat dengan pasar tujuan.

Bagi PalmCo, skema pengiriman minyak goreng dalam bentuk curah dari Sumatera Utara untuk kemudian dikemas di Surabaya juga memberikan manfaat bisnis yang signifikan. Perusahaan memperkirakan langkah tersebut mampu menekan biaya logistik hingga 40 persen dibandingkan pola distribusi sebelumnya, sehingga meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing produk minyak goreng di pasar Indonesia bagian tengah dan timur.

Langkah ini sejalan dengan komitmen PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat hilirisasi industri sawit nasional, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memastikan ketersediaan produk pangan strategis yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional V Gelar Sertifikasi Mandor I

PELAIHARI – PTPN IV Regional V, anak usaha Holding Perkebunan Nusantara, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Mandor I. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juni 2026 di Pelaihari, Kalimantan Selatan, tersebut diikuti oleh 28 peserta dari berbagai unit kerja.

Sertifikasi kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis para mandor dalam mengelola tanaman kelapa sawit secara profesional, mulai dari kegiatan pembibitan, pemeliharaan, hingga pemanenan sesuai standar kompetensi yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan setiap karyawan operasional memiliki kompetensi yang selaras dengan tuntutan industri perkebunan yang terus berkembang dan semakin kompetitif. Melalui sertifikasi ini, para peserta menjalani proses asesmen yang mengacu pada standar kompetensi nasional di sektor perkebunan kelapa sawit.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian SDM & Sistem Manajemen PTPN IV Regional V yang diwakili oleh Manager Kebun Pelaihari, Anwar Anshari, menyampaikan bahwa PTPN IV Regional V terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia sebagai salah satu faktor kunci dalam mendukung produktivitas dan penerapan tata kelola perkebunan yang unggul.

Menurutnya, melalui program sertifikasi kompetensi, perusahaan memastikan setiap insan planter memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar kerja dan kebutuhan organisasi.

“PTPN IV Regional V saat ini terus bergerak maju untuk meningkatkan standar produktivitas dan tata kelola perkebunan yang unggul. Para Mandor I memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak pengawasan dan pengendalian operasional di lapangan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar setiap kegiatan operasional dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan standar perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sertifikasi kompetensi merupakan investasi perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan industri perkebunan yang semakin dinamis.

Melalui kegiatan ini, PTPN IV Regional V berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme kerja sehingga mampu memberikan kontribusi optimal dalam mendukung pencapaian target produktivitas serta keberlanjutan usaha perusahaan.

Pelaksanaan sertifikasi mengacu pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor perkebunan kelapa sawit. Adapun unit kompetensi yang diuji meliputi perencanaan dan pengelolaan operasional kebun, pengendalian kegiatan pemeliharaan tanaman dan panen, pengelolaan tenaga kerja dan administrasi, pengawasan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perkebunan, pengendalian mutu dan produktivitas hasil kebun, pengelolaan sarana dan biaya operasional, serta kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan di lapangan.

Lebih lanjut, Anwar Anshari menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi tidak hanya menjadi sarana penilaian kemampuan teknis, tetapi juga wadah bagi setiap peserta untuk menunjukkan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Sertifikasi ini merupakan wadah untuk menunjukkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme Saudara sebagai pemimpin operasional kebun. Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan asesmen dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri serta membuktikan bahwa insan perkebunan PTPN IV Regional V mampu menjadi SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” kata Anwar.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim asesor, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim asesor, panitia, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga seluruh rangkaian sertifikasi berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta mendukung kemajuan PTPN IV Regional V ke depan,” tutupnya.

Melalui pelaksanaan sertifikasi kompetensi ini, PTPN IV Regional V terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing sebagai fondasi utama dalam mendukung produktivitas, keberlanjutan usaha, serta pencapaian target bisnis perusahaan. Langkah ini sejalan dengan transformasi yang dijalankan PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara dalam membangun organisasi yang adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Pengurus TP-PKK Kota Langsa Terpesona, Sampah Disulap SDN 2 Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Kota Langsa – Para Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Langsa dibuat terpesona dengan hasil karya SDN 2, yaitu sampah disulap menjadi produk bernilai ekonomi. Kreativitas dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan mendapat apresiasi, Selasa (9/6/2026).

Melalui Pokja III, TP PKK Kota Langsa melakukan kunjungan sekaligus peninjauan ke galeri karya kreatif sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata Nasional dan dikenal aktif mengembangkan pemanfaatan limbah plastik menjadi berbagai produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Kunjungan yang dipimpin Ketua Pokja III TP PKK Kota Langsa, Hj. T Ratna Laila Sari, didampingi Wakil Ketua, para Ketua Bidang, serta anggota Pokja III tersebut berlangsung penuh antusias.

Selain melihat langsung hasil karya yang dipamerkan, rombongan juga turut mempraktekkan proses pembuatan kerajinan berbahan dasar limbah plastik bersama guru dan para siswa.

Kedatangan rombongan disambut Kepala Sekolah Rahmalinda melalui Wakil Kepala Sekolah Seriati. Di galeri sekolah, berbagai produk hasil daur ulang dipamerkan, mulai dari tikar, sajadah, alas meja, tas, bakul, topi, hingga aneka kerajinan anyaman yang seluruhnya dibuat dari limbah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna.

Tidak hanya itu, para pengunjung juga diperlihatkan beragam inovasi kreatif lainnya seperti pakaian berbahan bungkus deterjen dan kemasan mi instan, ecobrick, sofa, keranjang, vas bunga, hingga hiasan dinding yang memiliki nilai estetika tinggi sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Ketua Pokja III TP PKK Kota Langsa, Hj. T Ratna Laila Sari, menyampaikan apresiasi atas dedikasi pihak sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.

Menurutnya, program tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sampah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Pihaknya sangat mengapresiasi kepala sekolah, para guru, dan seluruh siswa yang telah berhasil menghadirkan berbagai karya kreatif dari limbah plastik.

Ini merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kreatif dan kewirausahaan.

“Semoga inovasi ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain serta berkembang menjadi peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Selain meninjau pemanfaatan limbah plastik, rombongan TP PKK Kota Langsa juga memperoleh edukasi mengenai pembuatan pupuk organik dan briket arang berbahan tempurung kelapa.

Pengetahuan tersebut dinilai penting dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan limbah rumah tangga dan pertanian.

Melalui kunjungan ini, TP PKK Kota Langsa menegaskan komitmennya dalam mendorong tumbuhnya kreativitas, kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

“Inovasi yang dilakukan SD Negeri 2 Langsa diharapkan menjadi contoh inspiratif bahwa sampah tidak selalu menjadi masalah, tetapi dapat diubah menjadi produk bernilai yang memberi manfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen

Lampung, 22 Mei 2026 – Sebagai bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung operasional perkebunan yang semakin profesional, PTPN IV Regional VII menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen yang diikuti oleh 25 mandor panen dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan para mandor panen memiliki kompetensi yang terstandarisasi, terukur, dan diakui secara resmi sesuai kebutuhan industri perkebunan modern.

Mandor panen memiliki peran penting dalam operasional perkebunan. Sebagai ujung tombak pengawasan di lapangan, mandor panen bertanggung jawab memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai standar, mulai dari pengelolaan tenaga kerja, pelaksanaan pemeliharaan tanaman, panen, hingga pengawasan kualitas pekerjaan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi mandor panen menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberhasilan perusahaan.

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini menghadirkan tim asesor dan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang sertifikasi perkebunan, yaitu Rendy Dwi Hartanto, S.ST selaku Asesor Kementerian Pertanian, Habib Prayitno selaku Kasubbag Learning & Certification LPP, Tiara Syafa Maulidza selaku Staf Learning LPP, Roni Mulyawan selaku Ketua TUK Tim Asesor LSP Kementerian Pertanian, Ahmad selaku Pendamping Asesor Kementerian Pertanian, serta Royan Albab dari Tim TUK Kementerian Pertanian.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan materi mengenai aspek teknis pekerjaan mandor panen, tetapi juga mengikuti proses asesmen kompetensi untuk memastikan kemampuan yang dimiliki telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sertifikasi yang diperoleh nantinya diharapkan menjadi pengakuan resmi atas kompetensi para mandor panen sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan kompetensi sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan.

“Keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, sarana, atau fasilitas yang dimiliki, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Mandor panen merupakan garda terdepan yang mengawal pelaksanaan operasional di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi seperti ini menjadi sangat penting agar setiap mandor panen memiliki kemampuan, pengetahuan, dan standar kerja yang semakin baik,” ujar Denny.

Ia menambahkan bahwa sertifikasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi bukti bahwa seorang mandor panen memiliki kompetensi yang diakui dan mampu menjalankan tugas secara profesional.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu sebanyak mungkin, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas diri. Ketika kualitas SDM meningkat, maka kualitas pengelolaan kebun juga akan meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak positif terhadap produktivitas serta kinerja perusahaan secara keseluruhan,” lanjutnya.

Menurut Denny, di tengah tantangan industri perkebunan yang semakin dinamis, perusahaan membutuhkan insan perkebunan yang adaptif, kompeten, dan terus belajar untuk menjadi lebih baik.

“Kita harus terus membangun budaya belajar di seluruh lini organisasi. Setiap peningkatan kompetensi yang dimiliki karyawan akan menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan dan mencapai target-target yang semakin tinggi di masa depan,” tegasnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar kompetensi mandor panen perkebunan, pengelolaan tenaga kerja, pengawasan kegiatan operasional, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan administrasi lapangan, hingga aspek kepemimpinan dalam mengelola tim kerja. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun manajerial para mandor panen dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, proses asesmen yang dilakukan oleh tim asesor bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta secara objektif berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Kementerian Pertanian. Dengan adanya sertifikasi ini, para mandor panen diharapkan mampu menjalankan tugas secara lebih profesional, efektif, dan sesuai dengan praktik terbaik di industri perkebunan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung transformasi dan peningkatan daya saing sektor perkebunan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. PTPN IV Regional VII meyakini bahwa keberhasilan perusahaan dalam mencapai target produksi dan produktivitas tidak terlepas dari kemampuan para pemimpin lapangan dalam mengelola sumber daya secara optimal.

Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen ini, PTPN IV Regional VII kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan operasional perusahaan. Dengan SDM yang semakin kompeten, profesional, dan tersertifikasi, perusahaan optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan industri serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara, dan pembangunan sektor perkebunan nasional.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi nilai-nilai AKHLAK dalam membangun insan perkebunan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat transformasi perusahaan menuju pengelolaan perkebunan yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

Holding Perkebunan Nusantara dan BRIN Kaji Pengembangan CBG Limbah Sawit di Riau

Pekanbaru – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, mengkaji potensi pengembangan bio compressed biomethane gas (CBG) berbasis limbah sawit di Provinsi Riau sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih dan hilirisasi energi baru terbarukan nasional.

Kajian tersebut dilakukan melalui evaluasi dan audit energi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Sei Pagar, Riau, yang melibatkan tim peneliti BRIN dipimpin Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) Hens Putra bersama peneliti energi BRIN Dr Samuel Pati Senda.

Direktur Strategy and Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menghitung dan mengoptimalkan potensi energi yang berasal dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) maupun biomassa tandan kosong.

“Pengembangan biogas dan CBG menjadi salah satu fokus utama PalmCo dalam mendukung energi baru terbarukan. Kami siap mendukung seluruh proses evaluasi agar potensi energi dari limbah sawit dapat dimaksimalkan dan dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Ugun di Pekanbaru, awal pekan ini.

Ia menjelaskan, optimalisasi limbah sawit menjadi energi tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memperkuat implementasi ekonomi sirkular dan efisiensi operasional perusahaan.

Menurut Ugun, PTPN IV PalmCo saat ini tengah mempercepat pengembangan CBG di berbagai unit operasional perusahaan. Salah satu proyek awal yang telah memasuki tahap pembangunan berada di PKS Tinjowan, Sumatera Utara.

Selain itu, PalmCo bersama mitra strategis juga menargetkan pembangunan 17 instalasi CBG secara bertahap hingga 2029 mendatang di sejumlah wilayah operasional perusahaan.

“Pengembangan CBG merupakan bagian dari transformasi PalmCo menuju perusahaan agribisnis modern berbasis energi hijau. Limbah sawit yang sebelumnya dipandang sebagai residu kini kami dorong menjadi sumber energi bernilai tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk industri maupun transportasi,” ujarnya.

Dalam tahap pertama pada 2026, PalmCo menargetkan groundbreaking 10 proyek CBG, dilanjutkan pengembangan tahap berikutnya pada 2027 dan 2029. Secara keseluruhan, proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan biomethane berkadar tinggi yang dapat menjadi substitusi gas alam atau compressed natural gas (CNG).

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) Hens Putra menilai sektor perkebunan sawit memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan limbah menjadi energi bersih.

“Energi menjadi salah satu prioritas utama nasional. Melalui kajian ini, kami ingin menghitung sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah sawit agar dapat menghasilkan energi yang lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengembangan CBG berbasis sawit juga sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon karena mampu menekan emisi metana sekaligus menghasilkan produk turunan lain yang bernilai tambah.

Menurut Hens, hasil kajian tersebut berpotensi menjadi model pengembangan energi berbasis sawit yang dapat direplikasi secara nasional.

“Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong PTPN menjadi percontohan pengembangan kawasan berbasis inovasi dan technopark sawit di Indonesia,” katanya.

Sepanjang 2025, PTBg cofiring Sei Pagar tercatat menghasilkan 440.476 Nm3 biogas dengan rata-rata produksi mencapai 36.706 Nm3 per bulan. Sementara sepanjang 2026, produksi methane yang dimanfaatkan mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai 46.683 Nm3 per bulan.

PTPN IV Regional VII dan Gubernur Lampung Gelar Audiensi, PTPN Group Siapkan Kemitraan Sawit dan Dukungan TJSL untuk Percepat Hilirisasi Desa

Lampung – PTPN IV Regional VII, entitas dari Holding Perkebunan Nusantara brrsama Pemerintah Provinsi Lampung sepakat untuk memperkuat sinergi guna mendorong pengembangan perkebunan kelapa sawit dan program hilirisasi desa. Komitmen kolaboratif tersebut dibahas secara mendalam dalam audiensi antara jajaran direksi PTPN IV dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Kerja Gubernur, Jumat (5/6/2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Shandhiyudha, Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramdhan, serta Operation Head PTPN IV Regional VII Budi Susilo. Dari jajaran Pemprov Lampung, turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi, serta Kepala Dinas Perkebunan Desti Arisandi.

Dalam pertemuan tersebut, pihak PTPN IV memaparkan rencana perusahaan yang berupaya untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian target bisnis, melainkan turut serta dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu pendekatan yang dikedepankan adalah melalui skema kemitraan bersama para petani kelapa sawit di sekitar area operasional kebun.

“Kehadiran PTPN IV ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan target bisnis, tetapi kami mengemban amanah sebagai agen penggerak pembangunan daerah. Sinergi dengan pemerintah daerah sangat dibutuhkan,” ujar Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Arya Shandhiyudha.

Menurut pemaparan Arya, Dua skema kemitraan saat ini berjalan, yakni Skema Kemitraan dan Skema Kedinasan (offtaker). Target 1.700 Ha, diantaranya untuk wilayah Lampung 300 ha dan yang sedang berproses 37 ha. Adapun untuk wilayah Sumatera Selatan targetnya 1.400 ha, yang sudah rekomtek 539 ha, dan yang sedang berproses 239 ha. PTPN IV juga menjalankan PSR dengan pendampingan petani mulai dari pemberkasan usulan PSR hingga panen pertama.

Untuk mendukung skema produktivitas tersebut, perusahaan BUMN perkebunan ini menggulirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam bentuk pendampingan kepada petani. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari proses pemberkasan selama enam bulan hingga petani memasuki masa panen pertama. Targetnya, produktivitas mitra perkebunan dapat menembus angka 18 ton per hektare pada fase Tanaman Menghasilkan 1 (TM 1). Di akhir pemaparannya, Arya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Lampung terhadap kegiatan operasional PTPN IV Regional VII selama ini.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik inisiatif kemitraan PTPN IV. Ia menekankan bahwa sinergi antara BUMN sektor perkebunan dengan pemerintah daerah memegang peranan krusial, baik dalam rangka menjaga aset negara di daerah maupun dalam mengakselerasi perputaran ekonomi desa.

Gubernur kemudian menyoroti pentingnya keterlibatan sektor korporasi dalam mendukung arah kebijakan pembangunan provinsi saat ini, khususnya terkait transformasi perekonomian di tingkat tapak.

“Dua program hilirisasi desa dan desa wisata ini membutuhkan dukungan CSR dari perusahaan yang ada di Lampung, termasuk PTPN IV Regional VII,” kata Gubernur saat audiensi dengan jajaran PTPN IV.

Gubernur menjelaskan, Pemprov Lampung kini tengah gencar mendorong partisipasi seluruh entitas perusahaan, baik BUMN maupun swasta, untuk memprioritaskan program pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan inisiatif ‘Program DesaKu Maju’ yang dirancang pemerintah provinsi sebagai bentuk transformasi ekonomi desa yang terarah dan berkelanjutan.

Bagi Pemprov Lampung, hilirisasi menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah dari tingkat desa. Selain mendukung kelapa sawit yang digarap melalui kemitraan PTPN IV, fokus pengembangan hilirisasi tersebut juga diarahkan pada tiga komoditas unggulan lainnya, yakni padi, jagung, dan singkong yang selama ini menjadi tulang punggung sektor pertanian masyarakat Lampung.

Dewan Komisaris PTPN I Tinjau Kebun Tebenan, Dorong Kinerja Berkelanjutan di Lingkungan Holding Perkebunan Nusantara

BANYUASIN – Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dan memastikan implementasi tata kelola perusahaan yang baik, Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Subholing Perkebunan Nusantara, melakukan kunjungan kerja spesifik ke PTPN I Regional 7 Kebun Tebenan pada 5–6 Juni 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan melekat (oversight) terhadap implementasi strategi operasional, akselerasi transformasi bisnis, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di tingkat unit kerja.

Dalam rangkaian peninjauan lapangan, Dewan Komisaris mencermati laporan evaluasi kinerja operasional Kebun Tebenan yang menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, realisasi produksi komoditas karet mencapai 749.713 kilogram atau setara 127,5 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 sebesar 592.646 kilogram. Capaian tersebut juga tumbuh 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 504.865 kilogram.

Kegiatan pengawasan tersebut dihadiri Komisaris Independen PTPN I Sutan Adil Hendra, Komisaris Independen PTPN I Anita Ariyani, serta Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar. Turut mendampingi jajaran Kepala Divisi, Plt. Region Head Regional 7, dan manajemen operasional Kebun Tebenan.

Komisaris Independen PTPN I, Sutan Adil Hendra, menegaskan bahwa pertumbuhan produksi yang dicapai harus dipandang sebagai indikator awal keberhasilan konsolidasi dan transformasi perusahaan, bukan sebagai hasil akhir yang membuat organisasi berpuas diri.

”Realisasi yang melampaui RKAP ini merupakan bentuk tanggung jawab kerja yang baik dari seluruh jajaran Kebun Tebenan. Namun, tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi ini hingga akhir tahun buku. Memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable) memerlukan komitmen jangka panjang, koordinasi yang solid, serta evaluasi berkala,” ujar Sutan Adil Hendra, Sabtu (06/06/2026).

Lebih lanjut, Sutan mengingatkan manajemen Regional 7 untuk terus memperkuat manajemen risiko, membangun budaya kerja berbasis solusi, serta responsif terhadap dinamika industri perkebunan. Menurutnya, transformasi korporasi hanya dapat berjalan optimal apabila pengawasan di setiap lini organisasi dilakukan secara ketat, terstruktur, dan terukur.

Selain mengevaluasi kinerja produksi, Dewan Komisaris juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya peningkatan kemandirian pasokan bahan baku. Manajemen diminta untuk terus mengoptimalkan kapasitas produksi dari kebun internal guna mendukung efisiensi pasokan ke pabrik dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber eksternal.

Langkah tersebut dinilai selaras dengan upaya peningkatan efisiensi operasional sekaligus mendukung agenda strategis pemerintah dalam mempercepat hilirisasi sektor perkebunan nasional. Dewan Komisaris menegaskan bahwa kepatuhan terhadap target kinerja dan pengendalian biaya harus tetap menjadi prioritas dalam setiap pengambilan keputusan operasional.

Sejalan dengan pelaksanaan operasional di lapangan, Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar menjelaskan bahwa capaian kinerja tersebut merupakan hasil penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan secara disiplin dan konsisten oleh seluruh jajaran.

”Kami memastikan seluruh tahapan, mulai dari pemeliharaan tanaman, pengelolaan kebun, hingga manajemen panen dilakukan secara ketat dan terukur. Evaluasi dari Dewan Komisaris menjadi masukan penting bagi kami untuk terus mencari ruang-ruang perbaikan operasional dan menjaga efisiensi biaya,” kata Fauzi Omar.

Menurut Fauzi, keberlanjutan produktivitas sangat ditentukan oleh kedisiplinan seluruh insan perkebunan, mulai dari asisten, mandor, hingga petugas penyadap yang setiap hari berperan langsung dalam proses operasional kebun.

Sementara itu, Komisaris Independen PTPN I Anita Ariyani menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang berkeadilan sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan. Menurutnya, kesejahteraan dan motivasi pekerja merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan operasional perusahaan.

”Kerja keras seluruh karyawan di lapangan adalah penggerak utama roda perusahaan. Hak-hak dan kesejahteraan pekerja harus terus diperhatikan sejalan dengan peningkatan produktivitas yang dicapai. Mari bersama-sama menjaga aset negara ini dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Anita.

Menutup rangkaian kunjungan kerja, Dewan Komisaris mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian target bisnis dan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Operasional perusahaan diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Melalui kunjungan pengawasan ini, Dewan Komisaris berharap PTPN I Regional 7 Kebun Tebenan dapat menjadi rujukan (benchmark) bagi unit kerja lainnya di lingkungan PTPN I dan Holding Perkebunan Nusantara dalam hal disiplin pencapaian target, efisiensi operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.