

A1news.co.id|Aceh Singkil – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, meminta organisasi non-pemerintah (NGO) yang tergabung dalam Forum Multipihak Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (PSDA-LH) untuk memprioritaskan peningkatan kualitas petani sawit lokal. (22/4/2026)



Permintaan tersebut disampaikan karena sekitar 80 persen masyarakat Aceh Singkil menggantungkan mata pencaharian pada sektor perkebunan kelapa sawit.





Menurut Oyon, peran NGO perlu lebih diarahkan pada pembinaan dan pendampingan petani agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Peran NGO harus lebih terarah, terutama dalam pembinaan dan pendampingan petani,” ujar Oyon saat menghadiri kegiatan Forum PSDA-LH di Pulo Sarok.
Ia mendorong agar program pendampingan diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata, seperti penyediaan bibit unggul, pelatihan teknis budidaya, serta peningkatan kapasitas petani sehingga hasil produksi perkebunan dapat terus meningkat.
Selain membahas penguatan sektor perkebunan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil juga menyoroti potensi pengelolaan kawasan Rawa Singkil seluas sekitar 80 ribu hektare.
Kawasan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui skema nilai ekonomi karbon yang dapat memberikan manfaat bagi pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Ketua Forum PSDA-LH, Junaidi, mengatakan berbagai NGO telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan di Aceh Singkil. Namun, menurutnya, transparansi penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari perusahaan perkebunan masih perlu ditingkatkan agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Forum PSDA-LH, Cristina Rini, menyampaikan bahwa Forum PSDA-LH telah memberikan pelatihan kepada 1.943 petani sejak 2022.
Program pendampingan tersebut akan terus diperluas untuk mendukung pengelolaan perkebunan sawit yang lebih produktif dan berkelanjutan. (EW)
Tidak ada komentar