MENU

Human Initiative MoU Dengan Kopsen Baitul Qiradh Baburrayyan 

3 menit membaca View : 43
Admin
Berita - 31 Jul 2026

A1news.co.id|Takengon – Dalam rangka melanjutkan programnya dimasyarakat khususnya bagi daerah terdampak bencana terkhusus di Aceh Tengah, Human Initiative melaksanakan kegiatan Kick- Off Program Pemberdayaan Petani Kopi yang berlangsung halaman Kantor Kopsen Baitul Qiradh – Baburrayyan, Pegasing, Jum’at ( 31/7/2026)

 

Acara dihadiri langsung oleh Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati, Direktur Regional Wilayah Sumbagut Dedek Apriadi, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Jauhari, Ketua Koperasi Produsen Baitul Qiradh Baburrayyan Rizwan Husien, Perwakilan dari Dinas Koperasi dan Perwakilan Dinas Disbun, Camat Pegasing, Danramil, Kapolsek dan Reje Kampung Weh Nareh, dan peserta Pemegang Hak Program.

 

Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati dalam sambutannya mengatakan bahwa Human Initiative adalah organisasi kemanusiaan global asal Indonesia yang berdiri sejak 10 Desember 1999.

 

Disebutkannya, organisasi ini memiliki visi menggerakkan kebaikan untuk memartabatkan manusia melalui berbagai program sosial, pemberdayaan, dan tanggap darurat bencana, ucap Tomy.

 

Dikatakannya, pada November 2025 lalu terjadi bencana banjir dan longsor yang melanda 3 provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

 

Provinsi Aceh merupakan provinsi yang jumlah kabupaten terdampak paling besar termasuk kabupaten Aceh Tengah. Data dampak yang dikeluarkan oleh BPBD Aceh Tengah hingga 9 Desember mencatat sebanyak 234.710 jiwa terdampak bencana di 14 kecamatan dan 295 kampung.

 

Sebanyak 6.752 jiwa mengungsi yang tersebar di 54 titik. Selain itu dari sisi perekonomian bencana juga menyebabkan lebih dari 12 ribu hektar perkebunan kopi mengalami kerusakan.

 

Human Initiative telah melakukan respons sejak fase tanggap darurat hingga fase pemulihan (recovery) di beberapa sektor, di antaranya sektor pangan, hunian, pendidikan dan sektor penghidupan atau pemulihan ekonomi yang direncanakan akan dimulai pada Agustus 2026.

 

Sejak masa tanggap darurat, Human Initiative telah memberikan dukungan untuk masyarakat Aceh Tengah diantaranya adalah bantuan paket bahan makanan sebesar 9 Ton, Pendirian 2 Sekolah Darurat, Program Psikososial dan Dukungan Perlengkapan Mushola, jelasnya.

 

Kemudian, terang Presiden HI ini, memasuki fase pemulihan, Human Initiative akan melaksanakan program pemberdayaan petani kopi dalam bentuk pemberian 15.000 bibit kopi dan Pendampingan untuk petani yang dikolaborasikan dengan Koperasi Produsen Baitul Qiradh – Baburrayyan Aceh Tengah.

 

Dalam kesempatan itu, Human Initiative meluncurkan program pemberdayaan kopi ini dengan secara simbolis di dalam acara Kick Off Program Pemberdayaan Petani Kopi Terdampak Bencana,

 

Untuk sekala prioritas ada 70 orang yang kita dampingi yang didominasi dikecamatan Pegasing, Lut Tawar dan Bintang serta kebanyakan dan beberapa tempat, katanya.

 

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah Jauhari, ST dalam pidato tertulisnya menyatakan permintaan maaf Bupati Aceh Tengah tidak dapat hadir karena ada jadwal kegiatan di sidang DPRK setempat.

 

Dalam kesempatan itu juga atasnama pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada lembaga Human Initiative yang telah mengambil peran dalam kondisi bencana, bahkan pasca bencana hingga masa pemulihan ini, utamanya untuk membantu masyarakat dibidang perkebunan khususnya kepada petani kopi yang terdampak bencana.

 

 

Harapan kami, ucap Jauhari dengan adanya inisiatif tersebut masyarakat bisa terbantu sehingga ekonomi mereka dapat pulih, katanya.

 

Dilain pihak, Ketua Kopsen Baitul Qiradh Baburrayyan Rizwan Husein dalam laporannya memaparkan sejarah berdirinya KBQ Baburrayyan hingga seperti saat ini.

 

Rizwan Husein juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan di berikan oleh Human Initiative atas kerjasama tersebut,

 

” Kami siap untuk bekerjasama utamanya membantu petani kopi yang kebun mereka terdampak bencana, mudah mudahan dengan adanya program ini dapat memberikan semangat dan gairah untuk berusaha ” tuturnya. (*)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS