MENU

Tokoh Masyarakat Dan Santri Aceh Utara-Lhokseumawe Dukung Usulan Waled Landeng

3 menit membaca View : 22
Admin
Berita - 06 Okt 2026

A1news.co.id|Aceh Utara – Tokoh-tokoh masyarakat dan Santri Aceh umum dan khususnya Aceh Utara dan Lhokseumawe mendukung usulan mendukung usulan Teuku Haji Zulfadli atau Waled Landeng.

 

Salah seorang anggota DPRA agar penyetaraan Dana Abadi Pendidikan Aceh yang akan dimanfaatkan melalui APBA 2027 memberikan porsi yang setara bagi dayah, pesantren, dan sekolah umum.

 

Menurutnya, kebijakan tersebut penting agar tidak ada diskriminasi dalam akses pembiayaan pendidikan antara santri dan siswa sekolah umum.

 

Usulan ini sejalan dengan tujuan dana abadi sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu pendidikan dan sumber daya manusia Aceh.

 

Tokoh masyarakat(Tomas)dan tokoh agama (Toga) tersebut menilai dayah telah lama berkontribusi membentuk akhlak, ilmu pengetahuan, dan karakter generasi Aceh.

 

Karena itu, pemerintah perlu memastikan santri memperoleh manfaat yang adil dari program pendidikan, termasuk beasiswa, peningkatan fasilitas belajar, penguatan kompetensi tenaga pengajar, serta pengembangan mutu kelembagaan dayah.

 

Salah seorang Santri yang sedang menuntut ilmu disebuah Dayah di Aceh juga menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Teuku Zulfadli (Waled Landeng salah seorang anggota DPRA menyebut penyetaraan alokasi Dana Abadi Pendidikan akan menjadi bentuk pengakuan nyata terhadap peran dayah sebagai institusi pendidikan yang membina generasi berilmu, berakhlak, dan cinta daerah.

 

“Santri belajar bukan hanya ilmu agama, tetapi juga disiplin, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial. Karena itu, sudah semestinya dayah memperoleh perhatian dan kesempatan yang setara,” ujarnya.

 

Waled Landeng berharap pembahasan APBA 2027 dapat melahirkan kebijakan yang transparan, tepat sasaran, dan berpihak pada seluruh peserta didik di Aceh.

 

Dengan dukungan dana yang proporsional, dayah diyakini dapat semakin berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Aceh.

 

Meminta porsi penyetaraan porsi Dana Abadi Pendidikan Aceh yang telah mengendap sekitar dua dekade dimanfaatkan secara adil, termasuk bagi dayah, pesantren, dan santri bukan hanya sekolah umum.

 

Dana pokok yang tersimpan sekitar Rp1,4 triliun direncanakan mulai dimanfaatkan pada 2027, setelah Peraturan Gubernur pelaksanaannya tuntas.

 

Yang dipakai bukan dana pokoknya, melainkan hasil pengelolaan/investasi syariah, dengan prioritas program beasiswa dan riset-inovasi untuk meningkatkan kualitas SDM Aceh.

 

Dana Abadi Pendidikan Aceh yang telah mengendap selama kurang lebih 20 tahun harus segera dimanfaatkan secara tepat, transparan, dan berpihak kepada seluruh anak Aceh.

 

Pemanfaatannya jangan hanya untuk siswa sekolah umum, tetapi juga harus memberikan porsi yang setara kepada santri dan lembaga pendidikan dayah.

 

Dana tersebut semestinya menjadi investasi jangka panjang melalui beasiswa, penguatan mutu dayah dan sekolah, serta riset dan inovasi bagi peningkatan sumber daya manusia Aceh.

 

Santri dayahmengharapkan Dana Abadi Pesantren Segera Terealisasi

Seorang santri menyampaikan harapan agar program Dana Abadi Pesantren segera direalisasikan untuk membantu kebutuhan pendidikan santri, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

 

Dana tersebut dinilai penting untuk mendukung biaya pendidikan, kebutuhan kitab, asrama, makan, serta pelatihan keterampilan bagi santri. Selain bantuan jangka pendek, dana abadi diharapkan dapat menjadi penopang pembiayaan pesantren secara berkelanjutan.

 

“Banyak santri yang sangat membutuhkan dukungan agar tetap bisa belajar dengan layak,” ujarnya.

 

Ia berharap pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh santri dan pesantren di seluruh dayah di Aceh “.(Kari Usman).

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *