
Para siswa dan siwsi saat praktik Immersive Virtual Reality, Rabu (14/10/2026).Kota Langsa – Universitas Samudra (UNSAM) mengembangkan Immersive Virtual Reality (IVR) berbasis Serious Game untuk melatih siswa menghadapi situasi banjir, Rabu (14/10/2026).




Teknologi tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami pengetahuan kebencanaan, tetapi juga mampu mengambil keputusan dan melakukan evakuasi melalui simulasi.
Inovasi tersebut dikembangkan tim peneliti UNSAM yang dipimpin Dr. Furqan Ishak Aksa, M.Pd. Pengembangan teknologi ini dilatarbelakangi kondisi kebencanaan di Aceh, termasuk banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir 2025 dan berdampak pada ratusan bangunan sekolah.
Melalui IVR, siswa ditempatkan dalam lingkungan virtual yang dirancang menyerupai kondisi bencana. Sementara konsep Serious Game membuat simulasi tersebut memiliki tujuan pembelajaran, sehingga siswa dapat menjalankan misi, menentukan tindakan, serta melihat konsekuensi dari keputusan yang diambil.





“Pembelajaran kebencanaan tidak cukup hanya mengenalkan jenis dan risiko bencana. Siswa juga perlu memahami tindakan yang tepat ketika kondisi darurat benar-benar terjadi,” demikian konsep yang menjadi dasar pengembangan teknologi tersebut, jelasnya.
Dr. Furqan menyampaikan, bahwa skenario dalam IVR Serious Game dikembangkan berdasarkan pedoman kesiapsiagaan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Dalam simulasi, siswa dilatih mengenali situasi, memilih langkah yang tepat, hingga melakukan evakuasi secara aman,” ucapnya.
Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran diarahkan untuk menjawab persoalan praktis, bukan sekadar memahami apa itu banjir. Siswa dilatih memahami apa yang harus dilakukan ketika banjir terjadi dan bagaimana mengambil keputusan dalam kondisi darurat.
Dr. Furqan menambahkan, prototipe teknologi ini telah dikembangkan sejak 2023 dan menjalani pengujian analitis serta eksperimental di laboratorium.
“Hasil pengujian menunjukkan potensi peningkatan self-efficacy atau keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi situasi bencana, sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran,” paparnya.
Tahap berikutnya diarahkan pada pengujian di lingkungan sekolah. Pengujian tersebut diharapkan menghasilkan masukan langsung dari pengguna yang menjadi dasar penyempurnaan prototipe sebelum dikembangkan lebih lanjut.
“Selain pengujian di sekolah, teknologi ini juga diarahkan untuk memenuhi pengujian SNI ISO/IEC 25000:2014,” tegasnya.
Pengembangannya selanjutnya akan menjadi bagian dari platform Disaster Edutech, yang mengintegrasikan teknologi Virtual Reality dan Serious Game untuk mendukung pembelajaran kebencanaan.
Inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan siswa dengan memberikan pengalaman simulasi sebelum mereka menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.
“Kegiatan sosialisasi dan pengenalan IVR Serious Game ini didanai melalui Program RESONA Saintek 2026, sebagai bagian dari upaya UNSAM mendiseminasikan hasil riset dan inovasi agar pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Tidak ada komentar