
Ketua Program Studi Kebidanan Langsa, Cut Mutiah, SST., M.Keb, saat menyerahkan dokumen penilaian akreditasi kepada Tim Akreditasi LAM-PTKES.Kota Langsa – Program Studi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh kembali mencatatkan prestasi penting. Prodi tersebut berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) dengan masa berlaku lima tahun.




Capaian ini bukan sekadar pengakuan administratif. Predikat Unggul tersebut diraih melalui proses akreditasi dengan instrumen penilaian berbasis kriteria kualitatif, yang menguji mutu program studi secara lebih menyeluruh.
Penilaian dilakukan mulai tanggal 9-12 September 2026, tidak hanya bertumpu pada angka dan indikator kuantitatif, tetapi juga menyentuh kualitas proses penyelenggaraan pendidikan, tata kelola, budaya mutu, kinerja tridharma perguruan tinggi hingga keberlanjutan quality improvement dalam pengembangan program studi.
Yang membuat capaian ini semakin strategis, Program Studi Kebidanan Langsa tercatat sebagai program studi pertama di lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh yang mengikuti proses akreditasi menggunakan instrumen kualitatif tersebut.





Berhasil meraih predikat Unggul pada pengalaman pertama menggunakan instrumen baru menjadi bukti kesiapan Prodi Kebidanan Langsa menghadapi perubahan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi kesehatan.

Ketua Program Studi Kebidanan Langsa, Cut Mutiah, SST., M.Keb, pada media Rabu (7/10/2026) mengatakan bahwa predikat tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, mulai dari tingkat program studi hingga Direktorat Poltekkes Kemenkes Aceh.
“Predikat Unggul ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dari level Prodi hingga ke Direktorat. Kami tidak hanya mempersiapkan dokumen akreditasi, namun juga memastikan bahwa sistem pendidikan, tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan kepada mahasiswa benar-benar berjalan dan terus mengalami peningkatan,” ujarnya.
Menurut Cut Mutiah, instrumen kualitatif memberikan tantangan tersendiri. Tim akreditasi tidak cukup hanya menunjukkan kelengkapan dokumen, tetapi harus mampu membuktikan bahwa setiap kebijakan benar-benar diterapkan, dievaluasi, ditindaklanjuti dan memberikan dampak terhadap peningkatan mutu.
“Pendekatan kualitatif menuntut kami untuk mampu menunjukkan keterkaitan antara kebijakan, implementasi, evaluasi, tindak lanjut, sampai ke level pengendalian dan peningkatan. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Program Studi Kebidanan Langsa dalam memperkuat budaya mutu,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan meraih Akreditasi Unggul tidak boleh dipandang sebagai garis akhir. Sebaliknya, predikat tersebut menjadi tanggung jawab baru untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Melalui capaian itu, Program Studi Kebidanan Langsa terus memperkuat komitmennya menghasilkan lulusan bidan yang unggul, Islami dan berdaya saing global, sekaligus mampu memberikan pelayanan kebidanan berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya dalam upaya promotif dan preventif terhadap Diabetes Melitus.
“Predikat Unggul justru menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan capaian ini dan memastikan peningkatan mutu menjadi budaya yang melekat dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan,” tegas Cut Mutiah.
Dengan predikat Unggul untuk lima tahun ke depan, Program Studi Kebidanan Langsa kini tidak hanya dituntut mempertahankan capaian, tetapi juga membuktikan bahwa budaya mutu, inovasi dan peningkatan berkelanjutan benar-benar menjadi bagian dari denyut penyelenggaraan pendidikan di Prodi Kebidanan Langsa.
Tidak ada komentar