MENU

Sosialisasi Bencana Di Singkil, Dorong Penguatan Pos Siaga Dan Koordinasi Lintas Terkait 

3 menit membaca View : 39
Admin
Berita - 30 Okt 2026

A1news.co.id|Aceh Singkil – Minimnya sosialisasi kepada masyarakat saat terjadi bencana banjir menjadi perhatian serius bagi kalangan penggerak Hak Asasi Manusia (HAM),

 

Hal tersebut terungkap saat kegiatan sosialisasi di gedung pemuda Desa Pulo Sarok Singkil. (30/10)

 

Kordinator Basarnas di Aceh Singkil Rio Faisal menilai, edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana sekaligus memastikan hak-hak dasar warga tetap terpenuhi.

 

Bersama tim Koordinator Siaga , Rio mendorong adanya sosialisasi yang lebih intensif terkait penanganan banjir, terutama menyangkut keselamatan, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pemenuhan hak dasar masyarakat ketika bencana melanda.

 

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menerima bantuan setelah bencana terjadi. Mereka juga harus dibekali pengetahuan tentang bagaimana menyelamatkan diri, menghadapi situasi darurat, dan mendapatkan akses pelayanan dasar selama masa bencana.

 

“Memberikan edukasi kepada masyarakat merupakan salah satu solusi. Sosialisasi harus dilakukan agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika banjir terjadi,” menjadi salah satu poin penting yang disorot dalam pembahasan tersebut.

 

Selain persoalan edukasi, Rio juga mengungkapkan adanya rencana pembentukan pos siaga di wilayah Singkil tentu nya atas permintaan pemerintah daerah.

 

Pos tersebut diharapkan dapat membantu penanganan kondisi darurat seperti di perairan sungai atau dilaut, seperti kapal mati mesin, orang hanyut, serta berbagai kejadian yang membutuhkan tindakan pencarian dan pertolongan.

 

Ia menegaskan bahwa tugas pokok bidang pencarian dan pertolongan adalah melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan.

 

Dalam menjalankan tugas tersebut, keakuratan informasi menjadi prinsip utama agar setiap laporan dapat segera direspons secara cepat dan tepat.

 

Soroti Bencana Hidrometeorologi dan Korban Hilang di Sumatera Utara yang pernah ditangani

 

Perhatian terhadap kesiapsiagaan bencana juga tidak terlepas dari peristiwa bencana hidrometeorologi yang melanda Sibolga. Berdasarkan informasi yang disampaikan Rio, sekitar 50 orang masih dilaporkan hilang hingga saat ini.

 

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa sistem pencarian dan pertolongan harus didukung informasi yang valid, koordinasi yang kuat, serta respons cepat dari seluruh pihak terkait.

 

Sementara itu, wilayah Singkil sendiri memiliki pengalaman menghadapi bencana besar, khususnya pada tahun 2016 dan 2025.

 

Pengalaman tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan bencana ke depan.

 

Data Ganda Hambat Penyaluran Bantuan

Dalam hal koordinasi penanganan bencana, Rio turut menyoroti persoalan administrasi, khususnya adanya penggandaan nama dalam pendataan masyarakat terdampak di daerah lain.

 

Persoalan tersebut dinilai dapat menghambat proses penyaluran bantuan. Karena itu, diperlukan sinkronisasi data antarlembaga agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan membutuhkan.

 

Rio berencana menggandeng pihak terkait lainnya untuk memperkuat koordinasi, mulai dari kesiapsiagaan, penyampaian informasi, pendataan korban terdampak hingga penanganan kondisi darurat.

 

Penebangan Pohon Jadi Perhatian

Selain persoalan banjir dan kesiapsiagaan, aktivitas penebangan pohon di wilayah Singkil juga menjadi perhatian.

 

Persoalan lingkungan ini perlu dicermati karena kondisi tutupan pohon memiliki keterkaitan dengan keseimbangan lingkungan dan risiko bencana.

 

Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh hanya berfokus pada tindakan setelah kejadian. Upaya pencegahan, edukasi masyarakat, perlindungan lingkungan, dan koordinasi lintas instansi harus menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan bencana.

 

Dengan adanya rencana pembentukan pos siaga, penguatan kerja sama dengan tim lainnya, maka peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, diharapkan penanganan bencana di Singkil semakin terarah.

 

Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Sebab, kesiapsiagaan bukan hanya tentang bagaimana merespons bencana, tetapi juga bagaimana melindungi hak, keselamatan, dan kehidupan masyarakat sebelum bencana terjadi. (EW)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *