

A1news.co.id|Aceh – Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tolong evaluasi kembali TKA SD-SMA dan waktu pelaksanaan 2026 TKA secara konsisten evaluasi waktu pelaksanaan, kesesuaian materi, dan kesiapan pembelajaran, tanpa menolak tujuan asesmen itu sendiri.




Sebagai konteks, jadwal TKA 2026 berbeda menurut jenjang: SMP pada April, SD pada April, sedangkan SMA/sederajat pada Oktober–November.





Karena itu, narasi berikut tidak menyatakan seluruh jenjang mengikuti tes pada waktu yang sama.
Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan, melainkan instrumen pemetaan kemampuan akademik dan evaluasi pembelajaran.
Ini Permohonan Evaluasi Pelaksanaan TKA Tahun 2026: Dahulukan Ketuntasan Pembelajaran dan Keadilan bagi Peserta Didik
Yth. Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
di tempat
Dengan hormat,
Melalui tulisan ini, kami bermaksud menyampaikan perhatian dan harapan mengenai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA tahun 2026 pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Kami memahami bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan mutu pendidikan serta memastikan tersedianya gambaran kemampuan akademik peserta didik secara lebih objektif.
Oleh karena itu, kami tidak memandang evaluasi terhadap pelaksanaan TKA sebagai bentuk penolakan terhadap penilaian pendidikan, melainkan sebagai bagian dari upaya bersama untuk menyempurnakan kebijakan agar lebih adil, tepat waktu, dan sesuai dengan keadaan pembelajaran di sekolah.
Bapak Menteri yang kami hormati,
Persoalan utama yang ingin kami sampaikan adalah kekhawatiran bahwa pelaksanaan tes belum sepenuhnya selaras dengan kesempatan belajar yang diterima peserta didik.
Kami menyoroti keadaan ketika masih terdapat materi atau kompetensi yang belum diajarkan secara maksimal, sementara peserta didik sudah harus mengikuti penilaian yang hasilnya menggambarkan kemampuan akademik mereka.
Keadaan seperti ini patut diperiksa secara sungguh-sungguh, sebab penilaian yang baik semestinya mempertimbangkan bukan hanya apa yang harus dikuasai anak, tetapi juga apakah anak telah memperoleh kesempatan yang memadai untuk mempelajarinya.
Anak yang belum mampu menjawab sebuah soal tidak selalu berarti tidak memiliki kemampuan untuk menguasai materi tersebut.
Bisa jadi, ia belum memperoleh penjelasan yang cukup, belum mendapatkan kesempatan berlatih, atau masih membutuhkan pendampingan untuk memahami konsep dasarnya.
Karena itu, kami berharap pemerintah membedakan secara cermat antara ketidakmampuan setelah proses pembelajaran yang memadai dan ketidaksiapan karena kesempatan belajar yang belum terpenuhi. Keduanya memerlukan penanganan yang berbeda.
Dalam penjelasan resmi kementerian, TKA ditempatkan sebagai instrumen pemetaan kemampuan akademik dan bahan evaluasi pembelajaran, bukan sebagai penentu kelulusan.
Kami menghargai penegasan tersebut. Justru karena hasil TKA akan digunakan untuk memahami keadaan pembelajaran, kami berharap proses pelaksanaannya juga dapat menghasilkan gambaran yang utuh dan tidak terlepas dari kondisi nyata yang dialami peserta didik.
Bapak Menteri yang kami hormati,
Waktu pelaksanaan merupakan salah satu hal yang menurut kami perlu mendapatkan perhatian utama.
Dalam pandangan kami, apabila suatu tes dimaksudkan untuk menggambarkan capaian pembelajaran pada akhir jenjang, pelaksanaannya sebaiknya ditempatkan sedekat mungkin dengan berakhirnya proses pembelajaran yang hendak dinilai.
Dengan demikian, peserta didik memiliki kesempatan yang lebih cukup untuk menerima materi, memperdalam pemahaman, mengikuti penguatan, serta memperbaiki kesulitan belajar sebelum dinilai.
Kami memahami bahwa jadwal TKA tahun 2026 tidak sama pada setiap jenjang. TKA SD dan SMP dijadwalkan pada April, sementara SMA/sederajat dijadwalkan pada Oktober–November.
Perbedaan ini menunjukkan perlunya penelaahan tersendiri untuk setiap jenjang, terutama mengenai materi yang sudah diajarkan pada saat tes dilaksanakan dan tujuan penggunaan hasilnya.
Karena itu, kami memohon agar kementerian mengevaluasi hubungan antara jadwal tes, kalender pendidikan, cakupan materi.(KU)
Tidak ada komentar