Kapal BC 60001 Tiba di Langsa Bawa 19 Ton Bantuan dan 51 Tenaga Medis serta Relawan

Kota Langsa – Penanganan bencana banjir di Aceh kembali diperkuat dengan kedatangan Kapal BC 60001 yang sandar dengan selamat di Pelabuhan Kuala Langsa pada pukul 01.30 WIB dini hari, Sabtu, 6 Desember 2025.

Kapal tersebut berangkat dari Belawan pada 5 Desember 2025 pukul 19.30 WIB, membawa bantuan logistik dalam jumlah besar serta puluhan tenaga medis dan relawan untuk memperkuat layanan kemanusiaan di wilayah terdampak.

Kapal BC 60001 mengangkut tim medis dari RS Putri Bidadari yang berjumlah 12 orang, terdiri dari 5 dokter dan 7 tenaga kesehatan.

Selain itu turut dibawa relawan Sapu Jagad Bea Cukai Tanjung Balai Karimun yang berjumlah 9 orang, serta 27 relawan Poltekkes Medan yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di puskesmas wilayah terdampak.

Secara keseluruhan, terdapat 51 penumpang dalam pelayaran ini yang seluruhnya siap diterjunkan untuk membantu penanganan bencana di Langsa dan sekitarnya.

Setibanya di Pelabuhan Langsa, proses pembongkaran logistik dimulai pada pukul 08.00 WIB.

Bantuan yang dibawa mencapai 19 ton dan terdiri dari beras seberat 5 ton, air mineral sebanyak 8,4 ton, mie instan sebanyak 2 ton, serta obat-obatan seberat 600 kilogram.

Selain itu, kapal juga membawa 3 ton barang lain seperti pakaian, popok bayi, makanan kaleng, genset, dan lampu darurat untuk mendukung kebutuhan korban di masa tanggap darurat.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, menjelaskan bahwa seluruh bantuan tersebut akan segera disalurkan kepada para korban banjir yang membutuhkan dukungan logistik dan layanan kesehatan.

Ia juga mengarahkan agar seluruh tenaga kesehatan yang tiba hari ini di Langsa dapat segera mulai memberikan pelayanan dan bantuan medis kepada para korban.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Bara Suliawantoro, menjelaskan bahwa rencana awal proses penjemputan Kapal BC 60001 oleh BC 30001 melalui mekanisme ship-to-ship di perairan Langsa tidak perlu dilakukan.

Hal ini dikarenakan kondisi cuaca yang sangat mendukung dan situasi air pasang yang memungkinkan BC 60001 langsung masuk dan sandar di Pelabuhan Langsa tanpa hambatan.

Kedatangan BC 60001 dengan muatan bantuan besar serta kehadiran tenaga kesehatan dan relawan menjadi penguatan penting bagi penanganan bencana di Kota Langsa yang masih berada dalam masa pemulihan pasca banjir.

“Bea Cukai Aceh menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak agar setiap bantuan dapat tiba cepat dan tepat sasaran bagi para korban yang membutuhkan,” pungkasnya.

Bea Cukai Aceh dan Polri Bersinergi Salurkan Bantuan Banjir ke Langsa Lewat Operasi Laut Terpadu

Kota Langsa – Upaya penanganan bencana di Aceh kembali diperkuat melalui sinergi antara Bea Cukai Aceh dan Kepolisian Republik Indonesia. Hari ini, Kapal Wisanggeni 8005 milik Polri bekerja sama dengan Kapal BC 30001 dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di wilayah Langsa dan sekitarnya, Jumat (05/12/2025).

Sinergi ini menghadirkan percepatan distribusi bantuan melalui jalur laut yang masih menjadi akses utama di tengah kondisi darurat.

Di perairan Langsa, Kapal BC 30001 menerima limpahan logistik dari Kapal Wisanggeni 8005 melalui proses ship-to-ship (STS). Transfer ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat segera dibawa ke darat dan disalurkan tanpa penundaan, mengingat kondisi korban yang sangat membutuhkan dukungan logistik dalam situasi tanggap darurat.

Barang bantuan berhasil dipindahkan ke Kapal BC 30001, meliputi kebutuhan dasar dan perlengkapan darurat yang sangat dibutuhkan oleh para korban banjir. Selain itu, 40 personel Polda Aceh turut dipindahkan untuk mempercepat pergerakan pasukan menuju lokasi terdampak.

Sementara itu, sisa muatan lainnya dari Kapal Wisanggeni 8005 akan dimuat ke kapal penjemput yang telah disiapkan oleh pihak kepolisian sebagai bagian dari skema distribusi lanjutan.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, menyampaikan, bahwa kerja sama Bea Cukai dan Polri dalam operasi laut ini merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu korban bencana.

“Sinergi tersebut tidak hanya mempermudah pergerakan logistik, tetapi juga mendukung mobilisasi personel yang akan membantu pemulihan di wilayah terdampak,” jelasnya.

Setelah seluruh proses pemindahan logistik dan personel selesai, Kapal BC 30001 bergerak menuju dermaga Langsa untuk memastikan barang bantuan dapat segera dibawa ke posko penanganan darurat.

Pada pukul 13.00 WIB, Kapal BC 30001 telah sandar di dermaga Langsa, membawa muatan logistik dan personel kepolisian Polda Aceh yang siap diterjunkan untuk membantu penanganan bencana di lapangan.

Kolaborasi Bea Cukai Aceh dan Kepolisian Republik Indonesia ini kembali menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan bencana.

“Dengan percepatan distribusi bantuan melalui jalur laut, para korban di Langsa kini dapat segera menerima dukungan yang sangat mereka butuhkan,” pungkasnya.

Bea Cukai Ungkap Hasil Penindakan Nasional dan Wilayah Aceh 2025 

Banda Aceh – Bea Cukai gelar konferensi pers di Aceh untuk memaparkan hasil pengawasan dan penindakan sepanjang tahun 2025, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi Bea Cukai untuk mengungkap capaian kinerja pengawasan secara nasional sekaligus hasil penindakan di wilayah Aceh sebagai salah satu daerah strategis dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap penyelundupan dan peredaran barang ilegal.

Bea Cukai mencatat capaian pengawasan signifikan sepanjang tahun 2025. Hingga akhir September, Bea Cukai telah melaksanakan 22.064 penindakan dengan total nilai barang mencapai Rp6,8 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, jumlah penindakan mengalami penurunan sebesar 22 persen. Namun, nilai barang hasil penindakan justru meningkat 24 persen atau setara Rp1,3 triliun.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, mengatakan, capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas penindakan dan efektivitas pengawasan yang semakin baik.

“Peningkatan nilai penindakan mencerminkan pengawasan yang lebih berkualitas, terarah, dan berdampak nyata bagi negara. Kami akan terus memperkuat integritas dan kolaborasi, agar setiap langkah pengawasan memberikan manfaat bagi  masyarakat dan perekonomian nasional,” ujarnya.

Tidak berhenti pada penindakan, Bea Cukai juga mengoptimalkan penanganan perkara melalui penyidikan dan pengembalian hak keuangan negara menggunakan mekanisme ultimum remedium.

Hingga September 2025, telah dilakukan 1.719 kali ultimum remedium dengan nilai Rp181,1 miliar, meningkat hampir 213 persen yoy dibandingkan tahun 2024. Di bidang pengawasan narkotika, Bea Cukai bersinergi dengan aparat penegak hukum telah melakukan 1.513 penindakan sepanjang 2025 dengan total tegahan mencapai 11,1 ton. Dari hasil pengawasan tersebut, potensi jiwa yang terselamatkan diperkirakan mencapai 30,8 juta orang.

Sementara itu, sejak Juli 2025 Bea Cukai telah membentuk dua Satuan Tugas (Satgas)  Pengawasan, yang terdiri dari Satgas Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal dan Satgas Pemberantasan Penyelundupan. Sejak Satgas Pengawasan dibentuk, Bea Cukai telah menghasilkan 6.339 kali penindakan dengan total barang hasil penindakan (BHP) sebanyak 345,5 juta batang rokok dan 66,3 ribu liter minuman beralkohol.

Penindakan tersebut ditindaklanjuti dengan 60 kali penyidikan dan pengenaan Sanksi Administrasi atau Ultimum Remedium terhadap 663 kasus dengan total nilai Rp62,32 miliar. Pengawasan intens juga dilaksanakan terhadap lalu lintas pemasukan dan pengeluaran barang dari wilayah Indonesia. Tercatat telah dilaksanakan 1.403 penindakan dengan nilai mencapai Rp.370,09 miliar sejak Juli 2025 hingga saat ini.

Capaian di tingkat nasional tersebut juga tercermin di berbagai wilayah, salah satunya di Aceh yang menjadi fokus utama pengawasan Bea Cukai. Dengan posisi geografis yang berbatasan langsung dengan jalur perdagangan internasional dan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap penyelundupan serta peredaran narkotika, jajaran Kanwil Bea Cukai Aceh menunjukkan kinerja pengawasan yang signifikan sepanjang tahun 2025.

Kanwil Bea Cukai Aceh telah melaksanakan 665 kali penindakan di bidang kepabeanan dan cukai pada periode 1 Januari s.d. 15 Oktober 2025. Sejak pembentukan Satgas Pengawasan, Kanwil Bea Cukai Aceh telah melaksanakan 11 kali penindakan dengan nilai barang mencapai Rp1,5 miliar dan 284 penindakan terhadap rokok ilegal sebanyak 6,89 juta batang rokok dengan nilai barang Rp5,47 Miliar.

Selain itu, dengan tingkat kerawanan narkotika yang cukup tinggi di wilayah Aceh, Kanwil Bea Cukai Aceh bersama aparat penegak hukum berhasil melakukan 80 penindakan narkotika dengan berat tegahan mencapai 5,89 ton, terdiri dari sabu, ganja, MDMA, dan kokain. Dari hasil tersebut, sebanyak 9,4 juta jiwa berhasil diselamatkan, serta negara menghemat biaya rehabilitasi hingga Rp15 triliun.

Dalam kegiatan konferensi pers ini, Direktur Jenderal Bea dan Cukai bersama jajaran turut mengekspos beberapa hasil pengawasan di wilayah Aceh:

1. Penindakan oleh Bea Cukai Langsa pada 13 September 2025 terhadap 8 unit sepeda motor, 20 koli suku cadang, dan 1 unit truk dengan modus pengangkutan barang impor yang diduga hasil penyelundupan. Saat ini, tindak lanjut atas penindakan tersebut masih dalam proses penelitian dan terhadap barang-barang hasil penindakan telah ditetapkan statusnya menjadi Barang Dikuasai Negara (BDN).

2. Penindakan oleh Bea Cukai Lhokseumawe pada 10 Oktober 2025 terhadap 3,87 juta batang rokok ilegal dan 1 unit truk dengan modus pengangkutan rokok tanpa pita cukai.  Saat ini, status perkara dalam proses penyidikan dan tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Bea Cukai juga melaksanakan pemusnahan barang hasil penindakan di wilayah Aceh, yang terdiri dari:

1. Rokok ilegal 6,3 juta batang, yang merupakan hasil dari 576 penindakan periode November 2024 hingga September 2025, dengan potensi kerugian negara sekitar Rp6,7 miliar.

2. Barang hasil penindakan kepabeanan yang telah berstatus BMMN, berupa 21 unit telepon genggam, 34 pasang alas kaki, 16 koli pakaian bekas, 7 buah tas, 116 buah kosmetik, 2.314 buah obat-obatan, 7 kilogram pestisida, 100 bungkus kopi, dan 17,5 kilogram produk makanan. Barang-barang tersebut merupakan hasil dari 33 penindakan periode Desember 2023 hingga April 2025 dengan perkiraan nilai Rp139 juta.

“Bea Cukai terus berupaya mengoptimalkan penerimaan di bidang kepabeanan dan cukai untuk menjaga keseimbangan neraca APBN, sehingga program pemerintah dapat  berjalan dengan maksimal,” papar Djaka.

Langkah-langkah konkret di level strategis dan operasional untuk menutup segala celah terus kami lakukan, baik perbaikan pelayanan maupun peningkatan pengawasan.

Kami pun bersinergi bersama APH, kementerian/lembaga, dan unsur masyarakat, sehingga diharapkan industri legal dapat bertumbuh dan menciptakan lapangan kerja yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagi para pelanggar, akan dilakukan penindakan secara tegas dan tanpa kompromi melalui penyidikan dengan mengungkap pelaku utama sampai dengan penerima manfaat dan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penyidikan TPPU.

Diharapkan seluruh pengawasan yang dilakukan oleh Bea Cukai dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sehingga pertumbuhan ekonomi 8%, sebagaimana Asta Cita dapat diwujudkan, pungkasnya.

Bea Cukai Aceh Akan Gelar Webinar UMKM Naik Kelas, Siap Mendunia Tembus Pasar Global

Banda Aceh – Di tengah era digital dan pasar global yang semakin terbuka, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat internasional, Senin (06/10/2025).

Namun demikian, tantangan yang dihadapi juga semakin beragam dan kompleks, untuk membantu UMKM menghadapi tantangan tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh akan menyelenggarakan webinar bertajuk “UMKM Naik Kelas, Siap Mendunia” pada Rabu, 15 Oktober 2025 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB secara daring melalui platform Zoom.

Kegiatan ini akan menghadirkan tiga narasumber inspiratif yang akan berbagi pengalaman dan wawasan dalam membangun UMKM yang tangguh, berdaya saing, dan siap menembus pasar global, yaitu CEO UKM Mendunia Iko Sukma Handriadianto, Owner UMKM Bitata Food Ratu Nur Annisa, SH, serta Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh yang juga merupakan Penyuluh Anti Korupsi Pertama, Leni Rahmasari.

Melalui kegiatan ini, peserta akan mendapatkan tips praktis membangun UMKM agar naik kelas, strategi memperluas jaringan usaha, serta pemahaman penting mengenai nilai-nilai integritas dalam pengembangan bisnis.

Webinar ini juga menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong UMKM agar mampu menembus pasar internasional.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Leni Rahmasari, menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bea Cukai untuk terus mendukung UMKM dalam proses ekspor dan pengembangan usaha.

“Bea Cukai berkomitmen menjadi mitra strategis bagi pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan global melalui edukasi, asistensi, dan pembinaan berkelanjutan,” ucap Leni.

Webinar ini terbuka untuk seluruh pegawai Kementerian Keuangan, UMKM binaan instansi terkait, serta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Leni pun mengajak bagi yang berminat mengikuti kegiatan ini dapat melakukan pendaftaran dan memperoleh tautan Zoom Meeting, materi, kuesioner, serta konfirmasi kehadiran melalui laman https://linktr.ee/naikkelas2025.

“Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk belajar langsung dari praktisi dan pelaku UMKM sukses. Mari bersama wujudkan UMKM Indonesia yang inovatif, berintegritas, dan siap mendunia,” pungkas Leni.

5,3 Ton Narkoba Digagalkan, Bea Cukai Aceh Perketat Jalur Laut

Banda Aceh – Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh menegaskan keseriusannya dalam mempersempit ruang gerak sindikat narkotika internasional yang kerap menjadikan Aceh sebagai jalur masuk ke Indonesia.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Leni Rahmasari, Rabu (24/09/2025), menyatakan bahwa data hingga 31 Agustus 2025 menunjukkan 10,6 ton narkoba berhasil digagalkan di seluruh Indonesia.

Bea Cukai Aceh pada periode yang sama melakukan penindakan hampir 5,3 ton, dimana 3,6 ton merupakan ganja asal lokal. Fakta ini bukan cerminan lemahnya pengawasan, melainkan bukti kuat bahwa pengawasan di wilayah Aceh berjalan sangat intensif.

“Tingginya angka penindakan menunjukkan keseriusan Bea Cukai dan aparat penegak hukum dalam mempersempit ruang gerak sindikat, bukan lemahnya pengawasan. Justru karena intensitas pengawasan tinggi, banyak upaya penyelundupan berhasil digagalkan di Aceh,” jelasnya.

Menanggapi maraknya penyelundupan lewat pelabuhan kecil atau pelabuhan tikus, Bea Cukai Aceh memperkuat patroli laut bersama POLRI, BNN, dan TNI AL. Pendekatan berbasis intelijen digunakan untuk mendeteksi jalur rawan, termasuk menggelar operasi gabungan di titik-titik pendaratan nonresmi.

“Masyarakat pesisir juga dilibatkan sebagai mitra pengawasan agar sindikat semakin kesulitan memanfaatkan jalur tikus,” pinta Leni.

Leni pun menegaskan bahwa Bea Cukai menerapkan zero tolerance terhadap keterlibatan pegawai dalam jaringan narkoba. DJBC memiliki unit kepatuhan internal yang aktif memantau integritas pegawai di seluruh satuan kerja.

“Setiap indikasi keterlibatan akan langsung ditindak tegas tanpa kompromi, termasuk dengan melibatkan aparat penegak hukum dalam proses penindakannya,” tegasnya.

Untuk mempersempit ruang gerak sindikat, Bea Cukai Aceh juga telah mengerahkan kapal patroli yang dilengkapi radar laut dan drone pengawas. Teknologi ini memungkinkan deteksi pergerakan kapal di jalur rawan lebih cepat dan akurat.

Leni menambahkan, peran Bea Cukai lebih difokuskan pada penggagalan penyelundupan di pintu masuk serta dukungan intelijen bagi aparat penyidik, dalam hal ini Polri dan BNN.

Adapun pola yang sering digunakan sindikat internasional adalah transaksi ship to ship di tengah laut, kemudian narkoba dibawa masuk menggunakan kapal nelayan atau speedboat sebelum disamarkan dengan hasil tangkapan laut.

“Selanjutnya, barang haram itu didistribusikan melalui jalur darat dengan kendaraan pribadi, truk, atau kurir,” papar Leni.

Bea Cukai Aceh berkomitmen untuk terus memberantas narkoba, melalui sinergi berkelanjutan dengan Polri, BNN, TNI, dan aparat terkait, peningkatan kapasitas patroli laut dan analisis intelijen, pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai mitra pengawasan, serta pengawasan internal ketat untuk menjaga integritas pegawai.

“Kolaborasi strategis ini memungkinkan setiap upaya penyelundupan dapat diantisipasi lebih cepat, ditindak tegas, dan diputus hingga ke akar jaringan sindikat internasional,” tutup Leni.

Kanwil Bea Cukai Aceh Bersama Polri Gagalkan Penyelundupan 155 Ribu Butir Ekstasi dan 4,3 Kg Sabu di Aceh Timur

Banda Aceh – Kanwil Bea Cukai Aceh bersama Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dalam operasi gabungan yang dilaksanakan pada Jumat, 05 September 2025, pukul 00.30 WIB di Padang Kasah, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (09/09/2025).

Dalam operasi tersebut, tim berhasil mengamankan 77 bungkus berisi 155.000 butir pil ekstasi (MDMA) dan 4 bungkus sabu seberat 4.299 gram, dengan potensi menyelamatkan 176.495 jiwa dari bahaya narkotika.

Operasi ini melibatkan NIC Bareskrim POLRI, Direktorat Interdiksi Narkotika, Kanwil DJBC Aceh, dan KPPBC TMP C Langsa. Dari hasil penindakan, seorang perempuan berinisial S (29 tahun) diamankan di lokasi, sementara satu pelaku lainnya berinisial J berhasil melarikan diri.

Kasus ini berawal dari informasi yang diterima Satgas NIC Bareskrim Polri terkait dugaan pengiriman narkotika dari Malaysia melalui jalur laut. Tim gabungan kemudian melakukan serangkaian patroli darat dan laut sejak 24 Agustus 2025.

Puncaknya pada tanggal 04 September 2025, tim gabungan mendapatkan informasi bahwa boat yang membawa narkotika mendarat di perairan Kuala Idi, Aceh Timur.

Barang narkotika tersebut kemudian dibawa dengan sepeda motor menuju sebuah rumah di Padang Kasah.

Saat dilakukan penggerebekan, satu orang melarikan diri ke arah perkebunan sawit, sementara 81 bungkus narkotika berhasil diamankan bersama seorang pelaku perempuan.

Setelah dilakukan pencacahan ulang di KPPBC TMP C Langsa, dipastikan jumlah barang bukti adalah 77 bungkus MDMA dan 4 bungkus sabu.

Berdasarkan perhitungan, barang bukti tersebut setara dengan 176.495 jiwa terselamatkan. Jika dihitung dari biaya rehabilitasi, maka nilai ekonomi yang berhasil diselamatkan negara mencapai Rp.282,69 miliar.

Seluruh barang bukti dan tersangka telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, barang hasil penindakan dan pelaku diserahkan kepada NIC Bareskrim Polri untuk proses hukum.

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Bea Cukai dan Polri dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika tersebut.

“Keberhasilan operasi ini menunjukkan komitmen kuat Bea Cukai dan Polri dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika serta menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Leni Rahmasari, menegaskan bahwa Bea Cukai Aceh tidak akan berhenti pada satu keberhasilan penindakan semata.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kerjasama lintas instansi dalam rangka melindungi masyarakat dari ancaman serius narkotika. Ini bukan sekadar penindakan, tapi bagian dari perang jangka panjang melawan kejahatan terorganisir lintas negara,” pungkasnya.

Kanwil Bea Cukai Aceh Gelar Forum Sinergi Data untuk Optimalkan Ekspor-Impor

Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh menyelenggarakan Entry Meeting Forum Sinergi Data Provinsi Aceh pada 26 Agustus 2025.

Acara ini dihadiri oleh Yan Gustiana, Statistisi Ahli Madya BPS, Hendri Achmad selaku Ketua Tim Diseminasi BPS bersama dua tim lainnya, Pringadi dari DJPB, serta Hendy Hadiyan perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh.

Forum ini membahas pentingnya penyamaan persepsi antar instansi dalam pemanfaatan data ekspor dan impor sebagai dasar kebijakan ekonomi serta optimalisasi penerimaan negara.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, Ia menegaskan bahwa pentingnya sinergi antar instansi dalam menjaga kualitas data ekspor dan impor.

“Forum ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, menyelesaikan perbedaan data, serta memperkuat sinergi antar instansi. Dengan data yang valid, kebijakan perdagangan dan dukungan terhadap ekonomi Aceh akan lebih optimal,” kata Bier dalam sambutannya saat membuka kegiatan.

Sementara Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Asral Efendi, menjelaskan bahwa forum ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, diantaranya peran DJBC sebagai produsen data ekspor dan impor, adanya kebutuhan Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya (K/L/D/I) terhadap data perdagangan dari DJBC, serta permasalahan ketidakakuratan data ekspor seperti anomali, kesalahan Daerah Asal Barang (DAB), anomali jumlah satuan, dan nilai devisa.

“Ia juga menambahkan bahwa forum ini menyoroti potensi tingginya shadow economy khususnya di Aceh, dimana beberapa komoditas seperti CPO tidak tercatat dalam neraca perdagangan daerah,” jelasnya.

Selain itu, forum ini juga membahas pembentukan komunikasi antar instansi pengguna data ekspor dan impor, pembahasan kebutuhan serta proses bisnis masing-masing pihak, penyusunan program kerja bersama, hingga penyelesaian apabila terjadi diskrepansi data.

Melalui forum ini, Bea Cukai Aceh berharap tercipta ekosistem data yang transparan, akurat, dan mampu mendukung program strategis pemerintah, baik di tingkat daerah maupun Nasional, pungkasnya.

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, Bea Cukai Aceh Gelar Latihan Menembak

Banda Aceh – Dalam rangka meningkatkan keterampilan dan keahlian dalam penggunaan senjata api, Kantor Wilayah Bea dan Cukai Aceh menggelar latihan menembak bertempat di Lapangan Tembak Polisi Militer Kodam Iskandar Muda (POMDAM IM) mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, Selasa 26 Agustus 2025.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, serta jajaran pimpinan POMDAM Iskandar Muda, Komandan Pomdam Iskandar Muda Kolonel Cpm. Imran Ilyas, SH, MH, dan Wadanpomdam IM Letkol Cpm. Hassanudin Siagian, SH.

Dalam sambutannya, Bier Budy Kismulyanto menjelaskan bahwa Bea Cukai memiliki kewenangan berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan dan peraturan perundangan yang dibebankan kepada Bea Cukai untuk mengamankan hak-hak negara.

“Dalam pelaksanaan tugas, aparat Bea Cukai juga dibekali dengan senjata api sebagai bentuk kesiapsiagaan,” jelasnya.

“Kita perlu terus berlatih agar mampu menjalankan tugas dengan baik, terutama dalam mengamankan keuangan negara,” tegas Bier.

Latihan menembak ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis pegawai, tetapi juga memperkuat kedisiplinan, kerja sama tim, serta rasa tanggung jawab sebagai Community Protector.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergitas antara Bea Cukai Aceh dengan Kodam Iskandar Muda dalam melaksanakan tugas negara, khususnya dalam menjaga Indonesia dari penyelundupan dan pemberantasan barang ilegal.

Dengan keterampilan yang mumpuni serta kerja sama yang solid antarinstansi, Bea Cukai Aceh semakin siap dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pengawasan di perbatasan dan pemberantasan penyelundupan, pungkasnya.

SMAN 1 Langsa Juara Clash of Customs di Festival BEL FEST 2025 Bea Cukai  

Kota Langsa – Pada gelaran Bea Cukai Langsa Festival (BEL FEST) mengusung tema Clash of Customs tahun 2025 ini dimeriahkan sebanyak 84 Siswa-Siswi berprestasi SMAN/SMK/MAN Sederajat yang berasal 16 sekolah dari Kota Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Langsa, Jalan Cut Nyak Dhien, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, pada Senin (25/08/2025).

Kepala Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, pada media, Senin (26/08/2025),  menyampaikan, bahwa semua pelajar telah melewati rangkaian 5 babak Clash of Customs yang pihaknya selenggarakan.

“SMAN 1 Langsa keluar sebagai pemenang. Diikuti SMA Unggul Aceh Timur juara 2, MAN Insan Cendikia Aceh Timur sebagai juara 3,” jelas Dwi.

Semnetara untuk harapan 1, dan harapan 2.Hadiah berupa uang tunai, plakat dan piagam diberikan kepada masing-masing pemenang menambah keceriaan terpancar dari pada Siswa-siswi berprestasi pemenang lomba Clash of Customs.

“Mereka mengapresiasi kegiatan yang kita laksanakan, karena dengan acara BELFEST berkompetisi dalam ilmu pengetahuan dan ketangkasan dalam cepat menjawab pertanyaan,” ucap Dwi.

Selain itu, lanjut Dwi, pihaknya juga selenggarakan perlombaan Duta Bela 2025, dimana para pemenang diharapkan menjadi influencer dalam mensosialisasikan tugas dan fungsi Bea Cukai pada kalangan pelajar, dengan mengedukasi tentang bahaya rokok ilegal, dan pentingnya mencegah penyelundupan barang ilegal.

“Pada kesempatan ini pemenang Duta Bela Putra diraih Siswa Muhammad Rafif Akhdan berasal dari sekolah SMA Unggul Aceh Timur, dan Duta Bela Putri Siswi Sella Amanda dari SMAN 1 Langsa,” pungkasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala KPPN Langsa Anonom, Kepala KPP Langsa Puguh Yuli Setiawan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa Indra Sakti, dan Kepala BSI KC Ahmad Yani Langsa Husin Purba.

Antusias Pelajar Mengikuti Bea Cukai Langsa Festival 2025

Kota Langsa – Bea Cukai Langsa Festival (BELFEST) Tahun 2025 antusias diikuti 84 Siswa Siswi berprestasi yang berasal dari 16 SMAN/SMK/MAN/Sederajat Kota Langsa.

Adapun pelajar dari perwakilan sekolah yang berada di Kota Langsa Aceh Tamiang, dan Aceh Timur, tirut memeriahkan ajang Cerdas Tangkas, dengan tema Clash of Customs (COC) dan perlombaan video kreator Duta Bela di Aula Kantor Bea Cukai Kota Langsa, Senin (25/8/2025).

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa Dwi Harmawanto mengatakan, bahwa acara ini sebagai edukasi dan sosialisasi tugas dan fungsi bea cukai dengan harapan semakin mengenal bea cukai.

Kompetisi ini dikemas dengan fun agar kreatifitas pemahaman belajar yang didapatkan dapat bersaing dengan maksimal, ke depannya acara ini berkelanjutan sebagai wadah aktualisasi para pelajar berdaya saing dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat menuju Indonesia Emas.

“Tidak lupa ucapan terima kasih atas partisipasinya kalian yang ikut kompetisi ini adalah juara,” ucap Dwi.

Panitia menyediakan hadiah bagi juara 1, 2, 3 serta harapan 1 dan 2 untuk pemenang Clash of Customs. Kemudian juara Duta Bela Putra dan Putri serta 2 peserta best speaker.

“Kita sediakan total hadiah sebesar Rp10.000.000 hasil kerjasama dengan bank BSI,” tandas Dwi.

Sementara salah satu siswi SMAN 1 Langsa, Allyssa, menyampaikan, mmotivasi dirinya mengikuti Bea Cukai Langsa Festival yaitu menambah wawasan dan pengalaman.

“Ia pun berharap semoga acara seperti ini diadakan setiap tahunnya, sehingga para pelajar ada wadah penyaluran minat dan bakat,” harapnya.

Senada perwakilan dari guru SMAN 2 Patra Nusa Aceh Tamiang, Supriyanti, berharap acara ini menjadi agenda rutin tahunan.

“Bagus buat siswa agar lebih berprestasi serta menambah banyak wawasan dan teman, mudah-mudahann setiap tahun dilaksanakan,” ungkapnya.